Banyak Dikeluhkan Warga, Pasar Anyer Akan Ditata Ulang

SERANG, (KB).- Sejumlah warga mengeluhkan para pedagang di Pasar Anyer yang kebanyakan mengambil trotoar jalan untuk menjajakan barang dagangannya. Seorang warga Anyer Mukhlas (45) Jumat (21/7/2017), mengatakan, seharusnya para pedagang sadar dan tahu diri karena berjualan ditrotoar melanggar aturan. “Banyak pedagang yang berjualan dan memanfaatkan trotoar, makanya seringkali menimbulkan kemacetan,” katanya.

Seharusnya, ucap Muklhas, pemerintah setempat menertibkan para pedagang yang memanfaatkan trotoar, karena jelas hak pengguna jalan kaki terampas. “Pemerintah seperti pihak kecamatan atau di tingkat desa seharusnya lebih peka akan hal-hal demikian. Jangan sampai jalan sudah di betonisasi dan ada hak pengguna jalan, tapi hilang,” ujarnya.

Wakil Ketua KNPI Kecamatan Anyer Imanudin mengatakan, pihaknya sudah melaporkan hal itu dan sudah dilakukan rapat koordinasi namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut. “Beberapa waktu lalu para pedagang sudah dipanggil oleh kecamatan melalui rapat dan mereka berjanji akan menata kembali barang dagangannya, tapi sekarang belum ada tanggapan dari pedagang. Dan kami menyayangkan hak pengguna jalan kaki yang hilang,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Diskoperindag Kab.Serang Abdul Wahid mengatakan, Pasar Anyer akan ditata ulang kembali, mengingat sejumlah kemacetan pada saat libur dan hari biasa adanya pedagang yang memanfaatkan trotoar.  “Rencananya kami akan menata ulang Pasar Anyer, dimana memang ada sejumlah pedagang yang memanfaatkan bahu jalan atau trotoar untuk menjajakan barang dagangannya dan itu tidak boleh,” kata Wahid.

Selain penataan pasar, dirinya juga berharap para pedagang harus sadar diri karena memanfaatkan trotoar untuk menjajakan barang dagangannya bertentangan dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 pasal 131 ayat 1 yang sudah mengatur bahwa pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung berupa trotoar, tempat penyeberangan dan fasilitas lain dan ditegaskan oleh UU 22/2009. “Kami berharap sebelum dilakukan penataan, para pedagang sudah memahami aturan larangan berjualan di trotoar, sehingga tidak menimbulkan polemik,” ujar Wahid.

Terpisah Anggota DPRD Kab.Serang asal dapil Anyer Hery Azhari mengatakan, seharusnya Pemkab memasang papan larangan di sekitaran area tersebut, sehingga para pedagang dapat memahami apa yang dilarang tersebut. ”Kalau papan pelarangan dilarang berjualan di atas trotoar, itu merupakan salah satu sosialisasi biar para pedagang paham. Jadi harus lebih banyak komunikasi dengan yang di bawah. Saya kira memang kalau tidak diingatkan maka akan lupa, kalau berjualan di trotoar itu jelas dilarang. Jangan berhenti untuk terus melakukan sosialisasi,”kata Hery.(H-45)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here