Banyak Dikeluhkan Warga, Komisi II Sidak RSUD Kota Cilegon

CILEGON, (KB).- Sejumlah anggota DPRD dari Komisi II mendatangi RSUD Kota Cilegon, kedatangan anggota DPRD Kota Cilegon itu ingin memastikan pelayanan dan sarana yang ada di RSUD Cilegon, Rabu (10/1/2018). Berdasarkan pantauan dilokasi, sejumlah anggota DPRD Kota Cilegon melihat sejumlah ruangan bahkan dalam kesempatan itu ditemukan peralatan kesehatan yang tidak dipakai.

Sekretaris Komisi II Syarif Ridwan kepada sejumlah wartawan mengaku, sidak ini bagian dari agenda sesuai dengan program. “Sebetulnya kita memang dari awal ingin melakukan sidak atau peninjauan ke RSUD, dimana kami mendapat keluhan yang berkembang di masyarakat, terkait pelayanan dan kesejahteraan karyawannya,” katanya.

Menurutnya, saat peninjauan diberbagai ruangan, lanjut Syarif, banyak sekali temuan yang cukup mengagetkan para anggota komisi II. Diantaranya ada sejumlah peralatan kesehatan yang jarang dipakai, mungkin karena kondisi pasien yang kurang dan minimnya tenaga ahli kesehatan.

“Salah satu yang membuat kami kaget adalah, ada peralatan yang tidak terpakai, padahal pembelian alat tersebut memakai uang Negara, dan peralatan tersebut disimpan pada ruangan yang kurang terawatt tapi kami sudah komunikasi. Disamping itu juga kami melihat, ada sebuah ruangan yang tidak dilengkapi dengan sarana yang memadai, sehingga walaupun ruangan itu luas yakni poli anak, dan yang antri ratusan, para pasien tidak nyaman,” ujarnya.

Ia mengaku, selain melakukan peninjauan ke beberapa ruangan, pihaknya juga sempat melakukan dialog dengan pengunjung dan beberapa pasien. “Sengaja saya melakukan obrolan dengan pasien, hasilnya dari 10 pasien yang dirawat disini, ada sebagian kecil mendapatkan pelayanan yang kurang baik. Walaupun sebagian kecil, yang terpenting bagaimana pelayanan terhadap masyarakat atau pasiennya ditingkatkan, dan hal ini belum adanya keseimbangan antara sarana dan pelayanan,” tuturnya.

Sementara itu Dirut RSUD Zainoel Arifin yang mendampingi anggota DPRD, menyatakan, pembenahan terhadap pelayanan terus dilakukan agar semua pasien dilayani dengan baik. “Karyawan kami ada 700 yang terdiri dari PNS dan tenaga kontrak, namun kami selalu berusaha memaksimalkan yang ada, diantaranya membuat usulan baik daerah, tingkat provinsi, maupun pusat. Untuk masalah dokter spesialis, langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah sangatlah tepat, diantaranya menyekolahkan sejumlah dokter spesialis, sehingga ketika lulus bisa ditarik dan langsung praktek di RSUD Cilegon. Dan saat ini ada 8 dokter spesialis yang tengah sekolah dan dibiayai oleh Pemkot Cilegon,” ungkapnya. (HS)*** 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here