Banyak Dicari, Timun Suri Menjadi Buah Andalan di Bulan Ramadan

Kebanyakan orang mungkin bertanya-tanya, mengapa timun suri hanya hadir di bulan Ramadan, tidak di bulan yang lainnya? Nah, boleh jadi ini alasannya dibalik itu semua.

Timun suri tak hanya ada pada bulan Ramadan saja. Tetapi, buah tersebut menjadi buah musiman. Umumnya bagi warga di sekitar Kota Serang dan wilayah Banten. Khususnya di pusat perbelanjaan, yakni Pasar Rau.

Tidak ada rekaman sejarah mengenai musim tanam dan juga musim tumbuh timun suri ini. Tanaman ini juga dibudidayakan setiap saat seperti melon, semangka dan timun di pesisir barat Pulau Jawa.

Salah satu penjual timun suri di Kota Serang, Suryadi (47) menjelaskan mengapa ia menjual buah timun suri hanya di bulan Ramadan saja. Selain untuk memeriahkan bulan puasa, timun suri itu sangat bagus pasarannya, walupun hanya di bulan Ramadan. “Karena saya orang jawa, ya saya ambil dari kampung saya sendiri” ungkapnya.

Di Pulau Jawa, penanaman timun suri tidak mengenal musim. Pemahaman yang muncul adalah sudah menjadi hal yang lumrah, sebagai permintaan akan konsumsi buah timun suri yang melambung pada bulan Ramadan.

Sementara, di bulan-bulan lainnya, permintaan timun suri sangat sedikit sekali. Dengan alasan inilah para petani berasumsi untuk saling berlomba-lomba menanam buah timun suri menjelang Ramadan. Sehingga buah timun suri banyak dijual di bulan Ramadan. (Azzam/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here