Banyak ASN Terlibat Nikah Siri

H. Asep, Kepala KUA Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang.

PANDEGLANG, (KB).- Kantor Urusan Agama (KUA), wilayah Kecamatan Cibaliung merilis data sementara lebih dari 20 Aparatur Sipil Negara (ASN) terlibat nikah siri. Penomena pernikahan dibawah tangan atau nikah siri tersebut untuk kalangan ASN banyak terjadi di profesi Guru Bantu Sekolah (GBS) sekitar tahun 2008.

Dari hasil investigasi di lapangan, pernikahan yang tidak tercatat di KUA ini terjadi karena tingkat kesadaran masyarakat untuk nikah siri sangat tinggi. Hal itu juga dilatarbelakangi oleh tingginya angka perceraian pasangan suami istri di wilayah Cibaliung.

Meski demikian, dari data yang masuk ke KUA, nikah siri di wilayah Cibaliung masih didominasi oleh kalangan masyarakat. Kita akan coba giring untuk memfasilitasi ASN maupun warga yang sudah nikah siri untuk bisa mendapatkan buku nikah lewat sidang isbat nikah secara gratis.

“Diketahui adanya nikah siri yang melibatkan ASN, setelah banyak permohonan dari bersangkutan untuk minta sidang isbat nikah. Kebetulan, di KUA, kita sudah agendakan program sidang isbat nikah gratis. Hasil sidang isbat nikah nantinya disamapaikan ke Kemenag. Setelah itu akan keluar buku nikah secara gratis,” kata Kepala KUA Kecamatan Cibaliung, H. Asep kepada Kabar Banten, Kamis (12/10/2017).

Pihaknya prihatin dan kasihan kepada  pasangan suami istri di Cibaliung  tidak memiliki buku nikah. Apalagi yang berstatus ASN, mereka sulit mendapatkan akte kelahiran, karena syaratnya harus ada buku nikah. Belum lagi ASN yang pensiun akan kesulitan mengajukan gaji pensiun ke Taspen, karena harus ada buku nilkah.

“Ya, kami juga dari KUA meminta dukungan pemerintah daerah untun ikut menyosialisasikan pernikahan sah secara agama dan diakui juga oleh negara, yakni dengan pernikahan yang dicatat KUA sebagaimana UU Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan,” katanya.

Asep menyatakan, nikah siri tersebut mengandung definisi sebagai pernikahan dibawah tangan atau pernikahan yang tidak tercatat di KUA. Sehingga pernikahannya tidak diakui oleh negara. ‎Sementara itu, lanjut Asep, pernikahan yang sah dan diakui oleh negara adalah pernikahan yang  dilakukan sesuai syariat agama dan dicatatkan di KUA dengan bukti kepemilikan buku nikah.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pandeglang, Agus Riyanto mengaku belum menerima laporan tentang ASN yang terlibat nikah siri. Meski begitu, pihaknya akan mengecek dulu datanya, karena jika belum ada data, sulit untuk mengklarifikasinya.”Saya belum lihat datanya, jadi saya belum bisa menjelaskan terkait ASN yang diduga terlibat nikah siri,” katanya. (TT)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here