Bantuan Operasional Sekolah Daerah Dianggarkan Rp 400 Miliar

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy melihat hasil karya siswa SMAN 1 Pabuaran, Kabupaten Serang, saat acara Entrepreneurship Expo, Rabu (13/12/2017).*

SERANG, (KB).- Alokasi anggaran untuk dana bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) Provinsi Banten pada 2018 sebesar Rp 400 miliar. Anggaran tersebut akan dipergunakan untuk menggratiskan biaya sekolah tingkat SMA/SMK yang menjadi kewenangan provinsi. Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, saat membuka acara Entrepreneurship Expo di SMAN 1 Pabuaran, Kabupaten Serang, Rabu (13/12/2017).

”Tahun depan kita akan alokasikan Rp 400 miliar untuk Bosda agar SMA/SMK gratis,” kata Andika dalam sambutannya. Andika mengungkapkan, anggaran Bosda tersebut di antaranya akan digunakan untuk membayar honorarium guru dan untuk biaya kebutuhan operasional sekolah lainnya. ”Jadi tahun depan tidak ada lagi ceritanya anak Banten tidak bisa melanjutkan ke tingkat SMA/SMK,” ucapnya.

Andika menjelaskan, Bosda merupakan dana pendampingan dari pemerintah daerah terhadap dana BOS atau biaya operasional sekolah yang sudah dialokasikan pemerintah pusat. Masing-masing daerah memiliki kebijakan sendiri dalam mengalokasikan dana Bosda tersebut sesuai dengan kebijakan pembangunannya masing-masing serta kemampuan pembiayaan.

Sementara itu, Andika mengapresiasi Entrepreneur Expo yang digelar SMAN 1 Pabuaran tersebut. Menurut Andika, jiwa kewirausahaan memang harus sudah mulai ditanamkan sejak di bangku sekolah. ”Dengan digelarnya pameran kewirausahaan seperti yang dilakukan SMAN 1 Pabuaran, siswa menjadi termotivasi untuk berwirausaha,” ujarnya.

Andika mendukung kegiatan kewirausahaan ini sebagai program pemerintah untuk tingkat SMA dan SMK. Kewirausahaan untuk membuat masyarakat dan siswa-siswa berkreasi menciptakan suatu produk untuk bisa di pasarkan. ”Pengembangan kewirausahaan ini sangat penting, agar siswa-siswi didik berkreasi dan menciptakan sesuatu. Kewirausahaan harus sudah ditumbuhkembangkan di tengah masyarakat dan harus dimulai sejak usia sekolah,” tuturnya.

Andika mengatakan, kewirausahaan merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dalam bidang ekonomi dan untuk mengurangi pengangguran di Provinsi Banten yang sekarang menempati posisi ke-2 secara nasional. ”Mindset harus diubah, setelah lulus sekolah jangan mencari kerja tetapi harus dapat menghasilkan sesuatu yang dapat menyerap tenaga kerja. Dengan semangat kewirausahaan ini bisa memotivasi masyarakat untuk terus berkarya menghasilkan produk-produk unggulan,” katanya. (DE)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here