Bantuan Air Bersih Mulai Mengalir, Ribuan Warga Salat Istisqa

Ribuan warga di Kabupaten Lebak melakukan salat istisqa atau salat minta diturunkan hujan, di Alun-alun Lebak, Kamis (22/8/2019)

SERANG, (KB).- Bantuan air bersih mulai mengalir ke beberapa daerah di Banten, yang terdampak kekeringan akibat kemarau berkepanjangan. Bahkan di Kabupaten Lebak, ribuan warga menggelar Salat Istisqa atau salat minta diturunkan hujan, yang digelar di Alun-alun Lebak, Kamis (22/8/2019).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kabar Banten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Serang mendistribusikan ribuan liter air bersih kepada daerah terdampak kekeringan, Kamis (22/8/2019). Bantuan tersebut diberikan karena musim kemarau tahun ini merupakan salah satu yang terpanjang.

Sekretaris BPBD Kabupaten Serang Babay Ahlan mengatakan, pengiriman air bersih untuk wilayah terdampak kekeringan ini sudah gencar dilakukan sejak awal Agustus. Tercatat, hingga 21 Agustus sudah ada 195.000 liter air bersih yang didistribusikan kepada 6 kecamatan dan 36 desa. Di antaranya Tirtayasa, Tanara, Binuang dan Ciomas. “Dan hari ini (kemarin) kami ngirim dua mobil, jadi sehari itu bisa 10.000 liter air yang kami kirim, per mobilnya itu 5.000 liter,” ujarnya kepada wartawan saat melakukan konferensi pers kekeringan mematikan di kantor ACT Serang.

Babay menuturkan, pelayanan air bersih ini dilakukan berdasarkan usulan dari masyarakat. Oleh karena itu, pengiriman air bersih ini akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan. “Kami rutin setiap hari ngirim, kami melayani apabila ada permohonan,” katanya.

Namun, ia menyampaikan bahwa ada sedikit kendala saat pendistribusian air bersih tersebut. Sebab, saat ini armada yang dimilikinya hanya ada dua unit. Ia berharap ke depan ada penambahan armda. “Idealnya itu ada lima armada, jadi sekarang ini sangat kekurangan,” tuturnya.

Menurut Brand Manager ACT Cabang Serang Aat Soihat mengatakan, berdasarkan hasil assesment untuk wilayah Serang persoalan kekeringan masih skala ringan. Karena jika melihat wilayah Pandeglang dan Lebak sungai pun sudah mulai kering dan ditumbuhi rerumputan. “Informasi dari BMKG untuk wilayah DKI dan Banten itu sudah status siaga. Tapi hasil assesment kami untuk Kota Serang dan Kabupaten Serang relatif aman yah,” ucapnya.

Sejak awal Agustus, kata dia, pihaknya sudah mendistribusikan sekitar 32 ribu liter air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Di antaranya Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon. “Sedangkan untuk hari ini (kemarin) sebanyak 3.500 liter air yang didistribusikan ke 4 wilayah di Kabupaten Serang dan 2 wilayah di Kota Serang,” ujarnya.

Head of Marketing ACT Serang Dimas Maulana mengatakan, bantuan air bersih ini adalah bentuk jangka pendek. Sedangkan untuk jangka panjang pihaknya akan membangun sumur baik sumur dangkal, dalam hingga artesis yang bekerja sama dengan mitra masyarakat. “Harapannya ada yang mewakafkan. Jadi spirit of wakaf ini jadi produk baru bahwa memang wakaf bisa menjangkau seluruh masyarakat,” ujarnya.

Bantuan air bersih untuk dikirim ke wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Serang dan Kota Serang, Kamis (22/8/2019)

Masyarakat Pegunungan Batu

Bukan hanya di Kabupaten Serang, bantuan air bersih juga mengalir untuk sejumlah daerah kekeringan di Kota Cilegon. Di daerah tersebut terdapat tiga lingkungan di Kecamatan Grogol dan Pulomerak kesulitan air bersih dalam beberapa pekan terakhir. Ketiga lingkungan tersebut yakni Lingkungan Batu Lawang dan Pasir Salam, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, dan Lingkungan Tembulun, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak.

Masyarakat yang rata-rata hidup di wilayah pegunungan batu ini, terpaksa bergantung pada bantuan air bersih dari instansi di bawah naungan Pemkot Cilegon dan kalangan industri. PT PDAM CM sendiri, pada Juli lalu telah mengirimkan 132 m3 air bersih ke tiga lingkungan tersebut.

“Juli lalu, kami kirim 104 m3 air bersih untuk dua lingkungan di Kelurahan Gerem. Begitu pula di Lingkungan Tembulun, Kelurahan Mekarsari, kami distribusikan 28 m3 air bersih,” kata Direktur PT PDAM CM Encep Nurdin.

Menurut Encep, Agustus ini pihaknya melanjutkan distribusi air bersih untuk tiga lingkunga tersebut. Hingga Rabu (21/8/2019) lalu, sebanyak 100 m3 air bersih didistribusikan di dua kelurahan itu. “Karena permintaan air bersih masih ada, kami kembali melakukan distribusi air besih. Itu gratis, tidak ada pungutan biaya apa-apa,” ujarnya.

Menurut Sekretaris BPBD Kota Cilegon Lilith Basuki mengatakan, wilayah kekeringan masih terpusat di dua kecamatan itu. Hingga saat ini, daerah kekeringan di Kota Cilegon belum meluas. “Berdasarkan pengamatan kami, daerah kekeringan masih di tiga lingkungan dua kecamatan itu. Sementara bicara kebutuhan air bersih, sudah tertanggulangi oleh PT PDAM CM dan sejumlah industri,” ucapnya.

Di Kabupaten Pandeglang, mahasiswa STAI Babunajah yang sedang melakukan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari kelompok III, menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kampung Pasir Purut, Desa Kondangjaya, Kecamatan Cisata, Kamis (22/8). Bantuan air bersih hasil kerja sama dengan BPBD Kabupaten Pandeglang itu, sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap warga yang sedang dilanda krisis air bersih.

Ketua Kelompok III KKM STAI Babunajah, Dede Juhaedi mengatakan, bantuan air bersih yang diberikan merupakan bagian dari kepedulian terhadap masyarakat. Karena, kata dia, saat ini warga sedang dilanda krisis air bersih, yang disebabkan kemarau panjang.

“Setidaknya dalam program KKM yang kami jalankan ini mampu memberikan manfaat untuk masyarakat. Implementasi program bantuan air bersih ini juga bagian dari program kerja KKN,” tutur Dede.

Sekretaris Desa Kondangjaya Kecamatan Cisata Asep, mengapresiasi terhadap kegiatan para mahasiswa yang sudah membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Karena akibat bencana kekeringan, tidak sedikit warganya yang krisis air bersih.”Kegiatan ini sangat membantu warga. Mudah-mudahan ke depan ada pihak lain lagi yang membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air,” tuturnya.

Salat Istisqa

Sementara itu, ribuan warga di Kabupaten Lebak melakukan Salat Istisqa atau salat minta diturunkan hujan di Alun-alun Lebak. Acara itu dihadiri Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi. “Menurut laporan ada 16 kecamatan (dari 28 kecamatan) yang kering. Makanya mengadakan Salat Istisqa meminta hujan dan beristigfar bersama,” kata Ade seusai Salat istisqa.

Dia mengatakan, Pemda Lebak melalui PDAM saat ini mengirim air bersih untuk warga yang kekurangan air minum. Pemda mengimbau warga yang memiliki sumur air membantu warga lain. Laporan bahwa ada pertanian yang puso akibat musim kemarau tahun ini juga sudah sampai ke pihak Pemda. Ade mengatakan, kemarau tahun ini merata dirasakan warga Lebak. “Hampir merata, tapi untuk jumlah petani yang puso masih belum ada detail datanya,” ujarnya.

Namun ada sebagian wilayah di Lebak di dekat sungai yang tertolong. Suplai air dari sungai disebut cukup membantu mengairi wilayah pertanian warga. Sebelumnya, BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Tangerang Selatan mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah Banten dan DKI Jakarta. Diperlukan kewaspadaan terkait adanya ancaman kekeringan.

Untuk status waspada di Lebak ada di Kecamatan Cileles, Panggarangan, dan Rangkasbitung. Sedangkan untuk status siaga dikeluarkan untuk Kecamatan Banjarsari, Cibeber, Cihara, Cikulur, Gunung Kencana, Cijaku, Rangkasbitung, Maja, Malingping, dan Warung Gunung.

Terakhir, untuk status awas di kabupaten ini meliputi daerah Kecamatan Bayah, Cilograng, Cimarga, dan Malingping. Sebelumnya, puluhan warga yang dari lima kampung di Kecamatan Kasemen melakukan Salat Istisqa atau salat minta hujan di persawahan yang mengering di Kampung Tegal Dawa, Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (20/8).

Salat tersebut dilakukan karena kemarau panjang yang saat ini melanda wilayahnya dalam lima bulan terakhir hingga mengakibatkan sawah mereka gagal panen. Lima kampung tersebut yaitu Kampung Pasir Soka, Kelurahan Kilasah, Kampung Tersana, Kelurahan Margaluyu, Kampung Margaluyu, Kelurahan Margaluyu, Kampung Sinaba, Kelurahan Kilasah, dan Kampung Tegal Dawa, Kelurahan Kilasah. (Tim Kabar Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here