Bantu Korban Tsunami, Baznas Banten Serahkan Bantuan 6 Unit Perahu dan 5 Unit Huntap

Wakil Ketua IV Baznas Banten Zaenal Abidin Syuja’i saat meluncurkan penyerahan bantuan enam unit perahu untuk para korban Tsunami Selat Sunda di Kampung Cikujang Desa Tanjung Jaya Kecamatan Panimbang, Pandeglang,,Sabtu (13/7/2019).

PANDEGLANG, (KB).-  Baznas Provinsi Banten menyerahkan bantuan enam unit perahu dan lima hunian tetap (huntap) kepada korban terdampak tsunami Selat Sunda di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang, Sabtu (13/7/2019).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua II Baznas Banten M Suhri Utsman, Wakil Ketua IV Baznas Banten Zaenal Abidin Syuja’i, dan Camat Panimbang Suaedi Kurdiatna.

Penerima Bantuan tersebut adalah warga Kampung Cikujang Desa Tanjung jaya Kecamatan Panimbang. Warga yang menerima batuan huntap adalah Sarnata, Jarnah, Sablon, Asdah, dan Ganoh. Sementara warga yang menerima bantuan perahu adalah Sahar, Tholib, Firmansyah, Mamun, Amhari, Ulung, Masta, Ardi, Sablon, dan Sarnata.

Wakil Ketua II Baznas Banten M Suhri Utsman mengatakan, sebenarnya, anggaran dari Baznas untuk korban tsunami dialokasikan untuk lima unit perahu. Akan tetapi,  karena bantuan  bisa diefisiensikan, bantuan untuk lima unit perahu itu menjadi  untuk enam unit perahu.

“Sementara bantuan untuk hunian tetap dianggarkan untuk lima unit,” katanya.

Selain untuk perahu dan huntap, Baznas Banten juga memberikan bantuan senilai Rp 80 juta untuk memperbaiki Masjid An-Nur.

Wakil Ketua IV Baznas Banten Zaenal Abidin Syuja’i menjelaskan Baznas Banten merupakan lembaga pemerintah non-struktural yang dibentuk oleh pemerintah. Tugas pokok dan fungsinya antara lain mengumpulkan, menyalurkan, mengadministrasikan yang berkaitan dengan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) di Provinsi Banten.

“Jadi, kami bertugas menyalurkan uang yang dititipkan dari para donatur kepada Baznas Banten untuk kemudian disalurkan kepada para korban terdampak tsunami, “ katanya.

Oleh karena itu , dia mengharapkan penerima manfaat yang tadinya mustahik ke depan bisa menjadi muzaki yang bisa mengeluarkan zakat. “Insya Allah nanti masyarakat lebih sejahtera kembali,”  kata Zaenal.

Terkait bantuan, dia mengingatkan sebelum berpikir dari Baznas, harus berpikir bahwa bantuan itu dari Allah yang dititipkan kepada para donatur. “Oleh karena itu, yang paling pokok adalah syukur kepada Allah. Kita sebagai manusia yang beriman harus meyakini bahwa apa pun yang kita lakukan atau kejadian apa pun yang menimpa kita, itu adalah kehendak Allah swt,” katanya.

Tidak tercatat

Sementara itu, Camat Panimbang Suaedi Kurdiatna menceritakan banyak bantuan untuk korban terdampak tsunami dari berbagai lembaga maupun pemerintah daerah lain. Akan tetapi, dia menyayangkan bantuan tersebut tidak tercatat dengan baik oleh pihak kecamatan maupun desa.

Dia menduga, hal itu terjadi karena adanya ketidakpercayaan donatur kepada pemerintah sehingga langsung diberikan kepada penerima bantuan.  “Yang menjadi persoalannya, kami dibuat pusing ketika bantuan ada tetapi terkadang bantuan itu tidak merata dalam penyalurannya,” ujar Suaedi.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat yang menerima bantuan untuk melaporkan jenis bantuan dan jumlahnya kepada aparatur desa dan diteruskan kepada kecamatan.

“Kalau ada bantuan laporkan, karena dalam kesempatan yang sama kami juga mengajukan bantuan kepada Kementerian Kelautan untuk penggantian perahu yang rusak,” katanya.

Terkait bantuan dari Bazanas Banten, dia mengucapkan syukur alhamdulillah karena pihak Baznas Banten selalu berkoordinasi dengan kecamatan dan desa. “ Alhamdulillah, dari awal sebelum memberikan bantuan, pihak Baznas Banten selalu berkoordinasi terlebih dahulu dengan kecamatan,” katanya.

Oleh karena itu, atas nama pemerintah Kecamatan Panimban, Suaedi menyampaikan ucapan terimakasih kepada Baznas Banten atas perhatiannya yang begitu besar kepada para korban terdampak tsunami Selat Sunda di daerahnya.(EM)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here