Selasa, 11 Desember 2018

Bantu Berdayakan Nelayan, Bank Banten Permudah Layanan Perbankan

SERANG, (KB).- PT Bank Pembangunan Daerah (Bank Banten) Tbk terus membantu pemerintah dalam memaksimalkan potensi perikanan dan kelautan di Provinsi Banten. Alasannya, karena luas laut Indonesia mencapai dua pertiga dari luas wilayah Republik Indonesia, namun belum mencerminkan kesejahteraan nelayan.

“Kami ingin bisa membantu memberdayakan nelayan melalui kemudahan layanan perbankan dan didukung oleh Pemerintah Provinsi Banten serta para stakeholders yang berperan penting pada sektor kelautan dan perikanan, sehingga dapat berperan dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan,” kata Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa seusai mengikuti focus group discussion (FGD) dengan tema “Menggalang Sinergi dalam Meningkatkan Potensi Sumber Daya Kelautan & Perikanan Provinsi Banten” yang dilaksanakan di salah satu hotel Kota Serang, beberapa waktu yang lalu.

Dalam hal tersebut, dia menjelaskan, Bank Banten menjalin kerja sama dengan PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang salah satu misinya, adalah mewujudkan kedaulatan pangan di bidang perikanan. Pihaknya berupaya untuk mengurai masalah terkait kesejahteraan nelayan dan masyarakat di Banten dapat menikmati hasil tangkapan nelayan Banten yang dijual dengan harga yang terjangkau. “Kami ingin memutus mata rantai tengkulak. Jangan sampai ikan diambil di Banten, dibawa ke Surabaya, kemudian didistribusikan ke Jakarta, lalu dijual keBanten dengan harga yang sangat mahal, padahal hasil tangkapan dari nelayan di Banten,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pada 2016, Direktur Bank Banten, Jaja Jarkasih menuturkan, di wilayah Banten terdapat 1.200 unit pengolahan ikan (UPI) dengan mayoritas pengolahan dengan metode pengeringan dan penggaraman, namun belum ada UPI dengan kegiatan pembekuan. Dari 1.200 UPI, hanya 1.000, di antaranya belum bersertifikasi, sehingga berpengaruh kepada ketidakseragaman kualitas dan nilai ekonomisnya.

“Ekspansi penyaluran kredit UMKM, yaitu Kredit Usaha Bangun Banten, adalah di wilayah Banten, sejalan dengan komitmen Bank Banten untuk mendorong akselerasi pertumbuhan UMKM. Sebagai contoh untuk permodalan atau pembiayaan cold storage bagi nelayan dapat diberikan kemudahan dengan adanya produk Kredit Usaha Bangun Banten. Selain itu, ada Kredit Komersial Bank Banten yang dapat membantu pembiayaan,” ucapnya.

Ia menuturkan, hasil dari FGD tersebut diharapkan menghasilkan sebuah rekomendasi yang akan diberikan kepada Pemprov Banten untuk membedah lebih dalam perihal potensi kelautan dan perikanan, juga kendala yang dialami para nelayan di wilayah Banten. “Seperti yang kami harapkan bersama, yakni kebijakan berdasarkan pada prinsip keberlanjutan demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan berorientasi jangka panjang,” tuturnya.

Ia mengatakan, sebagai provinsi dengan kekayaan bahari yang berlimpah, tentu saja optimalisasi potensi dari sumber daya kelautan dan perikanan di Provinsi Banten menjadi daya tarik tersendiri untuk dimaksimalkan. “Jangan diragukan lagi, bahwa terdapat hasil laut Banten yang berkualitas ekspor, sehingga jangkauan distribusinya dapat menembus pasar yang lebih besar, maka industri perikanan akan lebih baik dan nilai tukar nelayan akan meningkat. Kami ingin berperan besar dalam kemajuan bahari di Banten,” katanya. (TM)***


Sekilas Info

IKM di Kabupaten Serang Perlu Perhatian

SERANG, (KB).- Industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Serang sulit berkembang. Oleh karena itu, perlu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *