Minggu, 19 Agustus 2018

Banten Siap Sambut Gelaran Seba Baduy

Dinas Pariwisata Provinsi Banten telah menggelar rapat persiapan menyambut perayaan Seba Baduy yang akan dilaksanakan pada 28 April 2018 mendatang. Ribuan warga Baduy akan memeriahkan Seba Baduy dengan disemarakkan Festival Indonesia Festival Exciting Banten on Seba Baduy, beberapa hari sebelum ritual adat tersebut dimulai.

“Serangkaian kegiatan akan kita siapkan untuk meramaikan perayaan Seba Baduy 2018. Salah satunya digelarnya festival Seba Baduy. Kita akan gelar pameran fashion, ekonomi kreatif yang dalam hal ini kita berencana akan menampilkan kerajinan tenun dari Baduy,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati usai rapat koordinasi bersama stakeholder terkait persiapan Seba Baduy, Rabu (14/3/2018).

Sejumlah persiapan dilakukan untuk menyambut warga Suku Baduy. Beragam pertunjukan budaya akan ikut disuguhkan. Mulai dari tari-tarian, marching band, wayang golek dan layar tancap dihadirkan. Hiburan super meriah akan mewarnai perhelatan tersebut. “Sampai saat ini persiapan masih kami matangkan. Kami ingin tampilkan yang terbaik. Kami ingin wisatawan lebih terhibur. Sehingga budaya Banten yang kaya dapat lebih dikenal wisatawan,” ujarnya.

Eneng mengajak wisatawan untuk datang ke Kota Serang. Wisatawan diajak menjadi saksi kehikmatan, kesakralan serta keindahan Seba Baduy. Sehingga nantinya wisatawan memahami kearifan lokal budaya masyarakat Baduy. “Yang pasti banyak keseruan dengan menyaksikan langsung tradisi seba. Selain terhibur, wisatawan akan melihat gambaran keteguhan dan kesederhanaan dari sikap dan penampilan masyarakat adat Baduy,” ucapnya.

Agar gaung Seba Baduy sudah terdengar dari jauh-jauh hari, pihaknya akan terus melakukan promosi dengan menggandeng komunitas pecinta wisata seperti Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Banten. “Kita harus mulai ‘koar-koar dari sekarang. Anak-anak muda Banten (GenPi) kita rangkul untuk membantu promosi melalui media sosial,” tuturnya.

Seperti diketahui, Seba Baduy merupakan Upacara adat seba digelar setelah Urang Kanekes melaksanakan Puasa Kawalu selama tiga bulan dan musim panen tiba. Selama tiga bulan itulah masyarakat luar dilarang memasuki wilayah Baduy Dalam, yakni Cibeo, Cikeusik, dan Cikartawana.

Urang Kanekes hingga saat ini tetap kokoh mempertahankan adat dan menjaga alam. Setidaknya tercermin dalam melalui pepatah mereka: “Lojor teu meunang dipotong, pendek teu meunang disambung” (Panjang tidak boleh dipotong, pendek tidak boleh disambung). (Endang Mulyana)***


Sekilas Info

Situs Patapaan dilirik Jadi Tempat Selfi

Situs Patapaan yang berada di Desa Sukanagara, Kecamatan Kibin mulai banyak di datangi pengunjung. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *