Banten Siap Pertahankan Juara Umum MTQ Nasional

SERANG, (KB).- Kafilah asal Provinsi Banten akan berjuang keras mempertahankan gelar juara umum paa MTQ Nasional 2018 yang akan digelar 4 – 13 Oktober di Medan dan Deli Serdang.

“Insya Allah Provinsi Banten bisa mempertahankan gelar juara umum MTQ Nasional,” kata Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Banten Prof. KH. E. Sybli Syarjaya kepada kabar-banten.com, Kamis (27/9/2018).

Dikemukakan, pada MTQ Nasional di Medan tersebut Banten akan mengirim 140 anggota kafilah, 52 orang di antara adalah peserta MTQ. Ditegaskannya, ke-52 peserta tersebut telah melalui penggembelangan yang ketat. Mereka telah siap ber-MTQ. Melihat persiapan yang demikian matang, ia yakin Banten kembali akan membawa pulang gelar juara umum untuk kedua kalinya.

”Intinya begini, semua yang terlibat dalam pelaksanaan MTQ bukan hanya siap memberikan yang terbaik, namun juga berharap limpahan pahala. Itu inti dari MTQ,” ujarnya.

Sebelumnya, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mengatakan
MTQN 2018 menandai era baru ajang kompetisi tilawatil Quran. Muhammadiyah Amin menyebut gelaran tahun ini sebagai New MTQ. Disebut New MTQ, karena ada sejumlah terobosan yang dilakukan Kementerian Agama dalam rangka perbaikan penyelenggaraan.

“Kami akan hadirkan lima inovasi baru dalam gelaran MTQ Nasional tahun ini,” katanya.

Terobosan dimaksud, pertama, menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang MTQ dan STQ (Seleksi Tilawatil Quran). PMA ini merupakan regulasi baru dalam sejarah penyelenggaraan MTQ. PMA ini mengatur sejumlah hal, utamanya terkait rekrutmen Dewan Hakim MTQ.

Kedua, fingerprint. Mulai tahun ini, peserta harus merekam data melalui fingerprint atau alat sensor sidik jari. Fingerprint dilakukan saat peserta melakukan registrasi ulang dan saat akan tampil dalam perlombaan. “Pengguaan alat ini diharapkan menambah akuntabilitas perlombaan selama ajang MTQ,” tuturnya.

Ketiga, e-Maqra. Aplikasi ini dikembangkan sebagai alat pengacak soal dan bahan bacaan (maqra) agar bisa dilakukan secara lebih transparan dan akurat. “Dengan e-Maqra semua bisa saling melihat hasil pilihan soal dan bahan bacaan setiap peserta,” jelasnya.

Keempat, aplikasi Musabaqah. Selain e-Maqra, aplikasi lain yang disiapkan dalam MTQN di Sumatera Utara tahun ini adalah aplikasi musabaqah. Ini merupakan alat bantu penilaian MTQ yang mampu memeriksa dan mengoreksi interval nilai dewan hakim secara otomatis.

Selain itu, aplikasi ini juga akan menampilkan ranking atau urutan nilai peserta sesuai dengan kaidah bidang penilaian. “Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fungsi pemeriksaan sidik jari peserta,” tandasnya.

Inovasi kelima, dibukanya layanan publik selama penyelenggaraan MTQ. Mulai dari Medan, MTQ tidak semata menjadi ajang kompetisi membaca dan memahami Alquran. Lebih dari itu, Kementerian Agama menghadirkan sejumlah layanan keagamaan untuk memudahkan akses masyarakat.

Diharapkannya, inovasi baru gelaran MTQN 27 di Sumatera Utara dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Dengan demikian, selain syiar Islam, MTQ juga bisa menjadi wahana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kitab suci Alquran. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here