Selasa, 20 November 2018

Banten Selatan Longsor, Jalan Warung Banten-Citorek Lumpuh

LEBAK, (KB).- Belasan rumah di Kampung Cibeber, Desa Cijengkol, Kecamatan Cilograng, tertimbun material longsoran. Dua rumah lainnya dalam ancaman setelah tebing setinggi belasan meter longsor di Kampung/Desa Warung Banten mengalami longsor. Longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir ini menyebabkan sejumlah wilayah di Lebak bagian Selatan
dilanda bencana Sabtu-Ahad (11-12/11/2017).

Selain bencana longsor juga menyebabkan jalan berstatus jalan provinsi yakni Warung Banten – Citorek sempat lumpuh akibat tertimbun material longsoran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi di dua kecamatan tersebut namun menyebabkan kerugian diperkirakan hingga ratusan juta rupiah.

Seorang pemilik rumah yang rusak akibat tertimpa tanah longsor, Wiharja kepada sejumlah wartawan mengatakan, bencana longsor yang menyebabkan belasan rumah di kampungnya bermula ketika itu hujan deras disertai angin kencang mengguyur selama kurang lebih dua jam. Beruntung ketika hujan mulai reda, ada warga melihat bagian tanah tebing yang berada persis di atas permukiman di kampungnya yakni Cibeber Desa Cijengkol Kecamatan Cilograng, mulai bergerak terkikis hujan.

“Untungnya ada warga berteriak saat melihat gejala akan longsor pada tebing setinggi belasan. Mendengar teriakan agar yang ada di rumah ke luar kami pun langsung keluar rumah. Dan hanya berselang beberapa menit saja tebing yang berada di atas perkampungan kami longsor dan menimpa rumah,” ujarnya.

Hampir senada dikatakan warga rumah lainnya, Holid, akibat tertimpa tanah longsor, rumahnya kini mengalami rusak berat. Saat ini dirinya bukan memikirkan kondisi rumahnya melainkan selalu dihinggapi rasa waswas akan terjadinya longsor susulan. “Kami sangat trauma dan tidak percaya jika longsor akan melanda desa kami, serta merusak belasan rumah. Untuk sementara, saya dan warga pemilik belasan rumah tersebut akan mengungsi ke rumah-rumah saudara untuk menghindari longsor susulan,” tuturnya.

Camat Cilograng, Edi Sunaedi mengatakan, bencana longsor menimbun sejumlah rumah tersebut terjadi di Desa Cijengkol. Saat ini penghuninya terpaksa diungsikan ke tempat ibadah di desa tersebut. Data sementara di Kecamatan Cilograng, ada sebelas rumah yang rusak, yaitu, milik Holid (25), Dulasid (58), Aan (41), Emin (40), Encun (60), Yanto (25), Asep Amroni (37), Enang (42), Sumarna (54), Sumar (53), serta Wiharja (57). “Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil yang dialami oleh sebelas kepala keluarga (KK) pemilik rumah, ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,” katanya.

Kepala Desa Warung Banten Kecamatan Cibeber, Ruhandi mengatakan, akibat curah hujan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir ini, menyebabkan tebing setinggi belasan meter di Kampung/Desa Warung Banten longsor pada Sabtu (11/11/2017) sekitar pukul 17.30. Longsor nyaris menggerus dua rumah milik Amid dan Mikjana. Selain itu, longsoran juga menutupi jalan arah Nagajaya mengakibatkan jalan dari Warungbanten menuju Citorek dan arah sebaliknya terputus total, sehingga jalan harus beralih ke Cibadak. “Korban jiwa tidak ada. Untuk kerugian material kami masih melakukan identifikasi,” ujarnya.

Terpisah, Pelaksana teknis (peltek) Dinas PUPR Banten, UPT pemeliharaan jalan dan jembatan wilayah Lebak, H. Firman kepada Kabar Banten mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan alat berat untuk menyingkirkan material tanah yang sempat menimbun ruas jalan provinsi tersebut. Sehingga, akses lalu lintas di ruas tersebut sudah kembali normal. “Alhamdulillah kini jalan ruas Cikotok – Batas Jabar tepatnya di Desa Warung Banten sudah kembali bisa dilalui setelah Sabtu malam hingga sekarang dilakukan penanganan dengan menerjunkan alat berat,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan, bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Cibeber dan Cilograng akibat kontur tanah yang labil, sehingga saat terjadinya hujan deras, tanah perbukitan tersebut longsor menimbun permukiman warga yang berada di bawahnya. “Untuk itu, kami mengimbau warga yang bermukim di daerah perbukitan yang rawan terjadinya bencana longsor, agar meningkatkan kewaspadaan akan datangnya longsor susulan, mengingat cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Lebak terjadi sejak sepekan terakhir hingga akhir tahun,” katanya.

Menurut Kaprawi, pihaknya sudah mendistribusikan sejumlah bantuan yang dibutuhkan oleh warga yang terkena bencana longsor, seperti sembako dan obat obatan, termasuk selimut. “Kami sudah menyalurkan bantuan yang dibutuhkan oleh korban longsor, seperti sembako, obat-obatan dan selimut,” tuturnya. (DH)***


Sekilas Info

Mengaktualisasikan Ajaran Alquran Melalui MTQ

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) atau lomba membaca Alquran dengan lagu yang selama ini sudah dikenal, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *