Banten Lama Didorong Jadi Wisata Religi Dunia

Wakil Presiden Ma'ruf Amin membuka Pameran Artefak Rasulullah SAW dan para sahabat Nabi RA di Museum Kepurbakalaan Banten, Ahad (16/2/2020). Pameran yang menampilkan sekitar 13 buah artefak dari Mekah, Madinah, Turki, India, Suriah dan Yordania tersebut digelar dari tanggal 16 Februari - 18 Februari 2020 dan diharapkan dapat memberikan edukasi sejarah Islam kepada masyarakat.*

SERANG, (KB).- Pemerintah Pusat akan mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk menjadikan Banten Lama sebagai pusat wisata religi dunia. Sebab, pada masanya Kesultanan Banten merupakan kerajaan Islam terbesar dalam sejarah di Indonesia.

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Ma’ruf Amin mengatakan, sebagai bentuk dukungan dan dorongan, Pemerintah Pusat akan memberikan akses mudah bagi Provinsi Banten dalam membangun wisata budaya di Kawasan Kesultanan Banten Lama. Sebab, sejarah Banten Lama, mulai dari para tokoh hingga kesultanannya telah terdengar diseluruh penjuru dunia.

“Pemerintah Pusat pun akan memberikan dukungan, baik dalam bentuk infrastruktur hingga hal-hal yang dibutuhkan lainnya. Saya pun tentu menyambut baik inisiatif Pemerintah Provinsi Banten, yang akan menjadikan Banten sebagai pusat wisata religi dunia,” kata Wapres.

Ia mengatakan, potensi wisata yang dimiliki Provinsi Banten cukup banyak. Mulai dari wisata sejarah, budaya hingga wisata religi, maka pihaknya pun meminta Pemprov Banten agar dapat berinovasi untuk mengembangkan potensi tersebut.

“Potensinya ada, pertama Banten itu merupakan kerajaan Islam yang dikenal, punya tokoh-tokoh ulama yang diakui secara internasional,” ujarnya.

Selain Provinsi Banten, Pemerintah Pusat akan turut mendorong daerah lainnya untuk mengembangkan wisata budaya di daerahnya masing-masing. Kemudian, diharapkan seluruh daerah dapat berinovasi dan mengembangkan kreativitasnya dalam membangun pariwisata.

“Kami akan mendorong daerah-daerah untuk berinovasi membangun daerahnya menjadi pusat budaya dan wisata. Seperti Banten, kami berharap dapat berinovasi untuk mengembangkan kreativitas budaya wisata itu sendiri. Kami berharap inisiatif itu bisa diwujudkan supaya daerah ini juga bisa maju,” ucapnya.

Sementara, Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim (WH) mengatakan, Banten bisa menjadi pusat budaya, kajian dan menjadi ikon budaya Islam. Sebab, Banten dapat mengembalikan era kejayaan sebagai pusat budaya dan pusat kajian seperti masa lalu. Oleh karena itu, Pemprov Banten melakukan revitalisasi Kawasan Kesultanan Banten Lama.

“Dengan dana hampir Rp 200 miliar, setelah direvitalisasi jumlah pengunjung yang datang ke Kesultanan Banten mencapai sembilan juta orang dalam satu tahun. Orang yang ziarah Walisongo, belum tuntas kalau belum datang ke sini (Kawasan Kesultanan Banten),” tuturnya.

Pemprov Banten juga, kata dia, berencana untuk membangun Islamic Center di Tanara, Kabupaten Serang, hingga perbaikan akses jalan dari Tanara menuju Kawasan Kesultanan Banten dan kawasan peziarahan Syech Mansyur Cikaduen dan Syech Asnawi Caringin Kabupaten Pandeglang.

“Kami juga ada tanah, jadi nanti kami bangun pusat kajian kitab-kitab Syeh Nawawi. Para ustaz di Banten harus hafal dan paham kitab-kitab Syeh Nawawi. Nanti juga kami adakan kajian di sini (Banten Lama), kami akan bangun hall besar yang berkapasitas lima ribu orang. Semua aktivitas keagamaan Islam kami arahkan ke sini,” katanya.

13 artefak Rasulullah dipamerkan

Sebanyak 13 artefak peninggalan Rasulullah Muhammad SAW dipamerkan di Museum Kepurbakalaan Banten. Di antaranya, ada rambut, jenggot, senjata serta darah milik Nabi Muhammad yang dapat dilihat secara langsung oleh masyarakat. Pameran tersebut diadakan mulai tanggal 16 sampai 18 Februari 2020.

Pendiri Galeri Warisan Museum Artefak Rasulullah Abdul Manan menjelaskan, artefak yang dipamerkan merupakan benda-benda kepemilikan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Benda tersebut dibawa dari Mekah, Madinah, Turki, Syria, India, serta Yordania, terdiri dari 41 macam peninggalan.

“Tapi di sini item yang kami bawa hanya 13 saja, beberapa di antaranya Sorban, Pedang Khalid Bin Walid, Darah Bekam Rasulullah, Kunci Kakbah, Baju Perang Rasulullah dan lainnya. Pameran serupa juga akan dilakukan di 18 kota di Nusantara dan dimulai dari Banten. Pameran ini dibuka untuk umum, baik muslim maupun non muslim dapat melihatnya,” ucapnya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here