Sabtu, 17 November 2018

Banten Disebut Penyebab Difteri di Jakbar, Kadinkes Tepis Pernyataan Gubernur DKI

SERANG, (KB).- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dr. Sigit Wardojo menampik pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut kasus difteri di Jakarta berawal dari wilayah Banten. “Tidak bisa dikatakan seperti itu. Coba Banten kasusnya berapa, dibanding Jatim dan Jabar. Kalau yang menyebabkan (tingginya kasus difteri) di DKI itu Banten, enggak benar itu. Emang dia tau siapa yang duluan mengidap difterinya,” kata Sigit, melalui sambungan telefon, Rabu (17/1/2017).

Ia mengungkapkan, kasus difteri “meledak” di India dan Bangladesh. Menurutnya, bisa jadi tingginya kasus difteri di Jakbar karena ada warga di sana yang berkunjung ke dua negara tersebut. “Jangan-jangan orang Jakbarna yang habis dari luar negeri, karena ini kan meledak di India dan Bangladesh. Jangan-jangan orang-orang Jakbar baru jalan-jalan ke india. Kemudian nularin,” kata Sigit, dengan nada sedikit bercanda.

Menurutnya, penyebaran penyakit difteri di Jakbar dan perbatasannya yakni Tangerang karena merupakan permukiman yang padat penduduk. “Masalahnya, di daerah situ pemukiman sangat padat. Terus sifatnya terbuka, di wilayah Tangerang perbatasan Jakbar itu kan kayak perkampungan gitu, penduduknya padat,” ujarnya.

Jumlah kasus difteri di Provinsi Banten sendiri saat ini cenderung menurun dibanding November-Desember 2017. “Banten sudah menurun setelah kita melakukan gerakan ORI (Outbreak Response Immunization). Pasien yang sempat dirawat inap sekarang sudah banyak yang sembuh dan pulang, sekarang tinggal sedikit,” kata dia.

Meski demikian, Dinkes Banten dan kabupaten/kota tetap melaksanakan ORI putaran kedua pada Januari 2018 ini sesuai instruksi Kementerian Kesehatan. “Sekarang sudah mulai ORI putaran kedua. 12 Januari kemarin sudah mulai. Nanti putaran ketiga 6 bulan berikutnya,” katanya. Ia mengungkapkan, hasil evaluasi pelaksanaan ORI difteri pada putaran pertama Desember kemarin, diketahui Kota Serang paling rendah cakupan imunisasinya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan, Jakarta Barat (Jakbar) menjadi kawasan paling awal penyebaran difteri sehingga ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Menurutnya, hal tersebut karena wilayahnya yang berdekatan dengan Banten. “Kenapa mulainya di Jakarta Barat? Kebetulan tetangganya (Banten) ada kasus difteri yang cukup besar. Berapa kasus? 300 kasus di tetangga. Karena itu (penyakit diteri) lalu lalang, interaksi membuat penyakit ini mudah sekali menular,” kata Anies, saat berkunjung ke Kawasan Kedoya, Jakarta Barat, Ahad (14/1). (RI)***


Sekilas Info

Jika Tetap di Rp 40 Miliar, Pemkab Serang akan Mengembalikan Bankeu

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tetap akan mengembalikan bantuan keuangan (Bankeu) dari provinsi jika tetap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *