Banten Butuh 20 juta Kantong Darah, Bank Indonesia Gelar Donor Darah

Suasana kegiatan donor darah di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Banten, Rabu (20/11/2019).*

SERANG, (KB).- Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Banten Erwin Suriadimadja menyampaikan bahwa berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), Provinsi Banten membutuhkan sekitar 20 juta kantong darah untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit.

Oleh karena itu, pihaknya bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang menggelar kegiatan donor darah di lantai empat gedung BI Banten, Rabu (20/11/2019).

Erwin mengatakan, tahun ini, pihaknya menargetkan sebanyak 400 kantong darah. Target pada tahun ini pun meningkat dibandingkan tahun lalu, yang hanya 200 kantong darah.

“Itu sengaja kami tingkatkan, karena saat ini Provinsi Banten membutuhkan sekitar 20 juta kantong darah. Kemudian, saat ini persediaan masih sangat jauh dari kebutuhan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan salah satu upaya untuk membantu menekan angka kebutuhan darah.

“Jadi bagaimana kami menyiapkan persediaan darah di Banten. Memang kalau 20 juta itu sangat tinggi, tapi setidaknya kami bisa melakukan dari yang kecil. Tapi tentu kami berharap seluruh mitra dan masyarakat dapat melakukan kegiatan ini juga,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, donor darah merupakan program sosial BI Banten yang diadakan rutin setiap tahunnya.

“Jadi ini program sosial kami, disamping itu kami juga ingin mengedukasi pegawai serta stakeholder untuk senantiasa membantu sesama. Sebab, darah itu merupakan unsur materi biologis yang tidak bisa di produksi dari luar tubuh,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya juga mengajak seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perbankan, akademisi, Generasi Bank Indonesia (GenBI) serta rumah sakit di Kota Serang.

“BNN, BPK, kemudian Pemerintah Provinsi Banten, TNI, Polri dan mitra BI semua kami undang untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Bagian Administrasi PMI Kabupaten Serang Syaiful menjelaskan, tercatat sebanyak 339 pendonor, namun yang berhasil melakukan donor darah sebanyak 234 orang, dan sisanya sebanyak 105 pendonor ditolak, akibat Hemoglobin (HB) dan Tensi Darah (TD) yang rendah.

“35 orang pendonor ditolak karena memiliki HB rendah, dan 70 lainnya mengalami TD yang rendah dan tinggi. Sehingga, dari pendaftar sebanyak 339, yang berhasil melakukan donor darah hanya 234 orang. Jadi itu ditolak karena HB dan TD yang rendah atau tidak sesuai dengan ketentuan,” katanya.

Sedangkan, untuk golongan darah, pihaknya belum mengetahui secara pasti golongan darah apa saja yang paling mendominasi. Namun, untuk persediaan darah di gudang PMI Kabupaten Serang, ia memastikan saat ini masih dalam kondisi aman.

“Masih aman untuk persediaan darah. Kalau acara ini, belum tau golongan darah apa saja yang paling banyak,” ujarnya. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here