Bankeu Pemprov Banten Dimanfaatkan untuk Pelayanan Dasar

CILEGON, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon akan memanfaatkan bantuan keuangan (bankeu) kota dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk kebutuhan pelayanan dasar, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan untuk insfrastruktur di Kota Cilegon.

Kepala Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon Ratu Ati Marliati mengatakan, anggaran Bankeu Kota Cilegon akan tetap dialokasikan sesuai dengan kebutuhan dinas terkait yang menjadi prioritas pembangunan daerah (Pemda) Kota Cilegon.

“Anggaran yang di terima dari Pemprov Banten tersebut saat ini sedang diproses untuk pembangunan pelayanan dasar di Kota Cilegon, seperti pembangunan pelayanan untuk kesehatan dan pelayanan untuk insfrastruktur di Kota Cilegon,” katanya di sela-sela kegiatan Kesbangpol di Kecamatan Jombang, Rabu (13/3/2019).

Ia menuturkan, adapun mekanismenya, bankeu tersebut bukan hanya untuk kebutuhan pelayanan dasar saja, namun pembangunan yang lainnya Kota Cilegon. Ia berharap kepada Pemprov Banten, untuk meningkatkan bankeu untuk Kota Cilegon dari semula Rp 40 miliar menjadi lebih besar lagi, agar sesuai dengan kebutuhan yang ada di Kota Cilegon.

Menurut dia, bantuan keuangan Pemprov Banten untuk Kota Cilegon sejauh ini dinilai belum memadai, mengingat kebutuhan untuk pembangunan cukup lumayan banyak dan pelayanan dasar di Kota Cilegon tergolong masih perlu ditingkatkan.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Nasdem Ahmad Effendi menuturkan, untuk menggelontorkan bankeu harus ada skala prioritas. Pemkot Cilegon, tutur dia, harus benar-benar bisa memanfaatkan bankeu secara efektif dan efisien.

“Apa yang diusulkan kemudian dipergunakan untuk apa, harus benar-benar dilaksanakan. Sehingga, pengelolaan bisa menjadi skala prioritas untuk mengimbangi progres pembangunan lainnya oleh APBD Cilegon,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada APBD 2019 Pemprov Banten mengalokasikan Rp 265 miliar untuk bankeu kabupaten/kota di Banten. Rinciannya, Kabupaten Serang Rp 60 miliar, Kabupaten Lebak Rp 55 miliar, dan Kabupaten Pandeglang Rp 50 miliar.

Sementara, untuk Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Serang, dan Kota Cilegon dibagi rata, masing-masing Rp 40 miliar. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here