Bankeu Pandeglang di Bawah Kabupaten Lebak

PANDEGLANG, (KB).- Bantuan keuangan (bankeu) provinsi untuk Pandeglang tahun ini hanya sebesar Rp 50 miliar. Bantuan tersebut lebih kecil dari tahun sebelumnya pernah mendapatkan Rp 90 miliar, bahkan tahun ini besaran bankeu itu di bawah Kabupaten Lebak.

Sekda Pandeglang, Fery Hasanudin mengaku kecewa dengan bankeu yang nilainya kecil tidak sesuai dengan kebutuhan Pandeglang yang masih tertinggal.

“Antara Kabupaten Pandeglang, Lebak dan Serang, kondisi daerahnya jauh berbeda. Pandeglang masih membutuhkan pembangunan karena statusnya masih tertinggal, namun hanya mendapatkan bantuan Rp 50 miliar. Sedangkan Lebak Rp 55 miliar, dan Serang Rp 60 miliar,” kata Sekda Pandeglang, Fery Hasanudin kepada Kabar Banten, Senin (26/11/2018).

Menurut Fery, pada tahun 2017 Pandeglang mendapat bankeu Rp 90 miliar dan 2018 mendapat Rp 65 miliar. Tetapi tahun ini hanya Rp 50 miliar.

“Kalau misalnya bankeu Pandeglang lebih besar dari Lebak itu wajar, tapi sekarang di bawah Lebak, jelas kami kecewa. Yang menjadi kriteria perbedaan bankeu kabupaten/kota itu apa? Makanya kami minta penjelasannya. Pandeglang dengan Lebak kan tidak jauh persoalannya, pokoknya kami menyayangkan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kalau wilayah perkotaan wajar mendapatkan bankeu sebesar Rp 40 miliar. Sebab Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) seperti Tangerang dan lainnya cukup besar, sedangkan APBD Pandeglang dan Lebak masih kecil.

“Maka dari itu, idealnya bankeu kami disamakan jangan dibeda-bedakan. Jadi seyogyanya Pemprov Banten bisa melihat kondisi kabupaten/kota mana yang benar-benar mandiri dan pendapatannya sudah besar. Wajar kalau wilayah kota dikasih kecil, tapi untuk Pandeglang harusnya lebih besar atau disamakan dengan Lebak. Pokoknya kami akan pertanyakan kembali saat melakukan evaluasi,” ucapnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Pandeglang, Ramadani mengatakan, bankeu untuk tahun 2019 bukan mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2018. Sebab ,lanjut dia, tahun ini Pandeglang hanya mendapat Rp 65 miliar, dan tahun 2019 hanya diberikan Rp 50 miliar.

“Jelas bankeu mengalami penurunan sebesar Rp 15 miliar. Karena tahun ini kan Rp 65 miliar, sedangkan untuk tahun depan hanya Rp 50 miliar. Jelas hal itu membuat porsi pembangunan dari bankeu menurun,” katanya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here