Bank Banten Kembangkan Sayap di Cilegon

BANK Banten mengembangkan jaringan di Kota Cilegon. Bank pembangunan daerah tersebut mengembangkan sayapnya dengan membuka kantor cabang di kota industri. Peresminan Kantor Bank Banten Cabang Cilegon dilaksanakan sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama antara para stakeholders dengan Bank Banten, di Halaman Kantor Cabang Bank Banten Cilegon, Kamis (18/1/2018).

“Sebagai perwujudan nyata kami mendukung program pembangunan untuk pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran masyarakat Banten, kami berharap, keberadaan kantor cabang ini dapat menjawab produk pelayanan dan transaksi perbankan baik dari masyarkat umum Kota Cilegon, juga dari Lingkungan Pemerintah Kota Cilegon,” kata Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa.

Saat meresmikan kantor cabang tersebut, Direktur Utama Bank Banten didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Ranta Soeharta dan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi.
Ia mengatakan, terus berupaya meningkatkan jumlah dan kualitas dari jaringan pelayanan dan bisnis.
Tahun ini, ujar dia, Bank Banten menargetkan untuk membuka kantor cabang pembantu (KCP) sebanyak 13 unit. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah akses terhadap layanan perbankan bagi masyarakat di Provinsi Banten.

Sehubungan itu, pihaknya telah meresmikan salah satu kantor cabang (KC) di Kota Cilegon yang sebelumnya berstatus kantor cabang pembantu (KCP). “Tahun ini, rencananya kami akan buka 13 KCP di Banten. Kalau di triwulan IV 2017, kami telah membuka 6 jaringan pelayanan baru baik KCP maupun KC,” ucapnya. Dibukanya KC Cilegon tersebut, dengan beberapa pertimbangan, seperti kebutuhan pelayanan dan bisnis.

Tambah dua mobil

Ia menuturkan, tahun ini akan menambah 2 mobil kas keliling serta memperluas jaringan ATM yang ada di Banten. Saat ini, jumlah jaringan ATM sebanyak 107 unit yang lokasinya di area publik maupun perkantoran. “Kalau dari sisi aset, kami ada peningkatan, yaitu Rp 7,6 triliun dari Rp 5 triliun, dana pihak ketiga (DPK) dari sekitar Rp 5 sekarang hampir Rp 7 triliun, jadi kerungian hampir menurun,” tuturnya.

Ia berharap, dibukanya sejumlah kantor cabang baru di wilayah Provinsi Banten dapat menjawab kebutuhan produk pelayanan dan transaksi perbankan baik dari masyarakat umum di wilayah Kota Cilegon maupun di kabupaten/kota lainnya. “Fokus kami tahun ini, yaitu meningkatkan program-program yang sudah ada dan mempersiapkan program baru, seperti resi gudang dan pembiayaan badan usaha milik negara (BUMN) di bidang perikanan. Jadi, kami membiayai BUMN tersebut, kemudian BUMN itu membeli hasil tangkapan nelayan di Banten,” katanya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Banten, Ranta Soeharta mengatakan, dengan dibukanya cabang Bank Banten, agar dapat menambah kepercayaan kepada masyarakat. “Saya juga mengimbau kepada semua pemerintah di 8 kabupaten/kota yang seyogyanya rekeningnya ada di Bank Banten,” ujarnya. Ia menuturkan, hal tersebut akan menjadi kekuatan maupun komitmen daerah, agar bank daerah lebih kuat dan aktivitasnya lebih kuat lagi. “Bank Banten ini kan baru, jadi harus all out mengurus dengan baik direksinya, supaya lebih dipercaya oleh masyarakat,” ucapnya.

Plt Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, untuk membuka akses yang mudah bagi perekonomian di Kota Cilegon, agar mengutamakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terlebih dahulu. Pihaknya berharap, bukan hanya industri yang menguasai Kota Cilegon, tetapi perbankan juga dapat bersaing, agar dapat memajukan masyarakat Kota Cilegon. (Tresna Mulyana Wati)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here