Banjir Disejumlah Perumahan, DPUPR Kabupaten Serang Nilai Akibat Drainase Sempit

SERANG, (KB).- Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang menilai salah satu penyebab banjir yang terjadi disejumlah perumahan di wilayah Kabupaten Serang karena sempitnya drainase.

Akibatnya air yang datang menjadi tidak terdistribusikan dengan baik. Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Serang Yadi Priyadi mengatakan, seperti banjir di Kecamatan Ciruas sebelumnya pihaknya sudah menyarankan kepada developer atau pengembang perumahan agar memperhatikan saluran pembuangannya (drainase).

Sebetulnya kata dia, untuk di Ciruas sudah ada saluran pembuangan, hanya saja ukurannya kurang besar atau sempit. Namun demikian dirinya belum tahu berapa ukuran ideal untuk drainase di wilayah tersebut, sebab perlu dihitung dengan volume banjirnya.

“Yang kami sarankan (Untuk diperhatikan drainasenya) terkait jalan yang sudah diserahkan ke pemda. Sebelum banjir kami sudah sikapi untuk saluran di bahu jalan yang sudah diserahkan ke pemda. Perumahan Bumi Ketos Regensi (BKR) juga kemungkinan sama saluran pembuangan tidak terdistribusi airnya. Sehingga terendam perumahan itu,” ujarnya kepada Kabar Banten, Jumat (7/2/2020).

Baca Juga : 7.109 Rumah di Kabupaten Serang Terendam Banjir, 1.120 Jiwa Mengungsi

Selain itu, pihaknya juga sudah meminta kepada desa atau masyarakat di Ciruas agar menyiapkan lahan untuk drainase. Agar ketika PU akan membangun drainasenya tidak kesulitan lagi dengan lahan. “Di Ciruas itu perlu saluran pembuangnya ke sungai,” katanya.

Disinggung soal kondisi jalan di Kabupaten Serang, Yadi menjelaskan saat ini hampir semua jalan sudah memiliki drainase. Hanya saja drainase yang ada masih perlu perbaikan.

“Artinya kemarin kita kejar kondisi jalan dulu, kita dari kondisi jalan sedikit sedikit drainase juga kita bangun. Karena kita ada kooring tersendiri untuk drainase. Sebenarnya kita banyaknya sudah ada (Drainase), tapi sebagian harus diperbaiki,” ucapnya.

Ia mengatakan, dari seluruh drainase yang ada, baru sekitar 60 persen yang memenuhi yang sesuai standar.

“Yang ada (sesuai standar) itu 60 persenan, karena kan ini naik elevasinya jalan, kemungkinan nanti drainasenya juga ditingkatkan lagi untuk pasangannya. Intinya untuk drainase tetap kita perhatikan pembangunannya. Berjalan di belakangnya karena sekarang kita kejar target kondisi jalan. Ada yang ketutup atau titik banjir dimana nah kita buat baru (Drainase). Angkanya drainase untuk kita variasi karena kita memperbaiki sedikit sedikit paling sekitar Rp 500 juta untuk drainase tahun ini,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here