Senin, 22 Oktober 2018

Banjir di Kota Cilegon, Kerugian Miliaran Rupiah

CILEGON, (KB).- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Rasmi Widyani mengatakan, banjir yang melanda Kota Cilegon pekan lalu mengakibatkan kerugian hingga miliaran rupiah, Senin (30/4).

Ia menuturkan, nilai kerugian tersebut bisa diperinci mulai dengan ambruknya JLS saja kerugiannya sekitar Rp 4 miliar. Selain itu, kerugian lainnya berupa barang elektronik serta kendaraan lebih dari Rp 4 miliar. “Perhitungan ini yakni Rp 2 juta per KK (kepala keluarga) dalam mencapai kerugian,” katanya.

Berdasarkan laporan dari tiap-tiap kecamatan se-Kota Cilegon ada 1960 KK dari 7.287 jiwa yang menjadi korban banjir dan seorang meninggal dunia terbawa arus. Selama banjir pihak BPBD selalu melakukan monitoring dan bekerja sama dengan sejumlah relawan lainnya untuk melakukan distribusi bantuan makanan kepada warga.

“Kami selalu melakukan monitoring, dimana ada wilayah yang belum mendapatkan bantuan, kami koordinasi dan dikirim secepatnya ke daerah tersebut. Syukur alhamdulillah semua korban dapat tertangani dan distribusi bantuan berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Ia mengaku, selama ini pada tiap-tiap kelurahan sudah ada satuan tugas (satgas) penanganan bencana. Namun, hal itu terkendala karena dalam melakukan pekerjaan masih kurang maksimal, sehingga pendataan mengenai korban bencana apa yang diharapkan tidak sesuai.

“Saat mendata, Satgas tersebut kemudian mendapat perintah, hingga akhirnya pekerjaan kurang optimal. Bahkan selama ini komunikasi dengan satgas tersebut tersendat, sehingga apa yang semestinya dikerjakan oleh Satgas, jadi kurang. Kalau semuanya terkoordinir dengan baik, saya kira BPBD Cilegon akan punya keakuratan data,” tuturnya.

Disinggung mengenai kampung siaga bencana, Rasmi menjawab baru ada 2, yakni bantuan dari pusat dan provinsi.
Terpisah anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon dari Fraksi PPP Badar Gumelar mengatakan, penanganan banjir harus terpadu sehingga bisa terlaksana dengan baik. Sejumlah penyebab banjir, lanjut Badar, harus dilakukan inventarisasi sehingga pada saat melakukan perbaikan bisa melihat data.

“Aliran-aliran sungai yang melintasi di Kota Cilegon dari Kecamatan Mancak Kabupaten Serang perlu diperbaiki dan diperlebar. Hal itu harus dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Serang karena sebagian sungai tersebut hulunya berada di sana,” ucap Badar. (HS)*


Sekilas Info

Santri Cilegon Baca Shalawat 1 Milyar

CILEGON, (KB).- Ribuan santri dari berbagai daerah se-kota Cilegon berkumpul di alun-alun, guna merayakan Hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *