Banjir Ciwandan Terbesar dalam Tujuh Tahun Terakhir

CILEGON, (KB).- Banjir di Lingkungan Pintu Air RT 001/004 Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon diperkirakan menjadi banjir terbesar dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir.

Banjir yang mencapai ketinggian 1, 5 meter mulai menggenangi jalan raya, rel kereta api dan rumah-rumah penduduk pada Kamis (30/1/2020) pukul 01.15 WIB. Hingga pagi kondisi banjir belum juga surut. Banjir juga terjadi merata di seluruh Kecamatan Ciwandan.

“Saya prihatin atas musibah banjir ini. Banjir sekarang ini saya kira terbesar dalam tujuh tahun terakhir. Akibat banjir kerugian terjadi bukan hanya materil dan imateril, tapi juga berdampak secara mental dan trauma yang mendalam. Karena banjir terjadi secara terus menerpa disetiap tahunnya,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon M Ibrohim Aswadi.

Baca Juga : Ciwandan Dilanda Banjir, Akses Industri Lumpuh

Wakil rakyat asal Ciwandan ini mengatakan masyarakat berharap masalah banjir ini menjadi masalah serius pemerintah daerah.

“Dinas PU, Perkim, BPBD, Bapeda, LH, Dinsos, Dinkes harus melakukan penanganan serius, segera dan cepat dengan mengajak pihak pihak terkait diantaranya pihak pelaku industri PT KS, PT KBS, PT KP, PT Indocemen, PT KDL, PT KTI, PT KIEC, PT Chandra Asri, PT Asahimas, PT Pelindo, PT LOC, dan PT Dongjin dan seluruh industri yang ada se-Ciwandan-Citangkil,” katanya.

Semua elemen tersebut segera ulurun rembuk melakukan penataan daerah aliran Kali (DAK) dari hulu (area JLS) sampai ke hilir (laut lepas) dengan melakukan penghijauan, normalisasi, pengerukan, pelebaran daerah aliran kali sekaligus membuat kanal sodetan sodetan baru yang muaranya langsung ke laut lepas, dan sekaligus tandomisasi di seluruh titik titik banjir yang ada. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here