Bangun Jalan, Indoferro Manfaatkan Slag Nikel

CILEGON, (KB).- PT Indoferro mencoba berinovasi dengan memanfaatkan slag Nikel sebagai bahan campur pembangunan jalan. Upaya ini diuji cobakan oleh perusahaan ketika perusahaan yang terletak di Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, membangun jalan di kawasan pabrik, Selasa (27/11/2019).

Untuk diketahui, slag nikel masuk kategori limbah B3 berdasarkan Peraturan Pemerintah 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3. Direktur PT Indoferro David Cornelius mengatakan, slag nikel tidak berbahaya jika digunakan untuk kegiatan infrastruktur. Selain itu, pihaknya telah mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

“Kami telah mengantongi izin dari KLH, selain itu nikel untuk lapisan beton jalan sudah sesuai SNI,” kata David ditemui saat Launching Pembangunan Jalan PT Indoferro menggunakan Slag Nikel di Ciwandan, Rabu (27/11/2019).

Menurut David, hal serupa pernah dilakukan oleh PT Aneka Tambang (Antam) di Nusa Tenggara Barat (NTB). “Ada yang lebih dahulu memanfaatkan slag nikel. Ini sangat aman karena sudah sesuai SNI,” ujarnya.

David pun menerangkan, slag nikel untuk material pondasi lapis jalan pembuatannya dari electric dan tidak ada campuran kimia apapun. “Jadi ini aman tidak beracun,” tuturnya.

Terkait hal ini, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi yang hadir dalam peresmian pembangunan jalan dengan slag nikel di PT Indoferro, mendukung langkah PT Indoferro.

“Dinas PUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) juga akan mencoba hal sama untuk pembangunan jalan. Kalau ternyata efisien, bisa kami pakai untuk JLU,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here