Bangun Islamic Center di Tanara, Tatu Minta Bantuan ke Arab Saudi

SERANG, (KB).- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berencana meminta bantuan sharing dana ke Arab Saudi untuk membangun Islamic Center di Kecamatan Tanara. Islamic Center tersebut, nantinya akan dijadikan pusat kajian kitab kuning.

“Kami lagi persiapan lahan dan mau masuk ke DED (detail engineering design). Nanti sudah punya DED insya Allah bisa minta bantuan ke pusat atau saya pernah bicara dengan perwakilan Kedubes Arab Saudi. Kami siapkan dulu DED-nya,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui di sela peninjauan pemilihan suara di Kecamatan Tirtayasa, Rabu (17/4/2019).

Ia menuturkan, jika hanya menggunakan anggaran dari pemkab tidak akan cukup. Menurut dia, karena Islamic Center tersebut, nantinya untuk kajian kitab kuning, maka akan banyak respons positif dari berbagai pihak.

“Dari pemda pasti kami simpan anggarannya, tapi enggak bisa jadi porsi terbesar. Kan kami kebutuhan masyarakat masih besar puspemkab belum punya, jadi sharing dari sana sini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketika pelaksnaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dua tahun lalu, sempat ada perwakilan Kedubes Arab Saudi yang hadir. Ia menyampaikan rencana tersebut. “Saya sampaikan dan ditunggu proposalnya, padahal saya hanya ngomong saja. Di Tanara waktu itu tanahnya juga belum ada,” ucapnya.

Respons positif tersebut, tidak lepas, karena nama Tanara yang menjadi tanah kelahiran Syekh Nawawi. “Kalau di Arab Syekh Nawawi itu punya nama besar jadi pasti direspons besar, tapi minta dibuatkan corner Arab Saudi mungkin ruangan untuk display Arab Saudi saya mah enggak apa-apa, yang penting nyumbang,” ucapnya.

Untuk lahannya, kata dia, akan menggunakan tanah bengkok atau tanah milik desa. Tanah tersebut akan di ruislag dengan tanah yang dibeli pemda. “Ia mau pilih mana kami tetapkan dengan aturan. Kami ikuti aturannya enggak desa ikut ke pemda jadi ada yang menilainya. 4 hektare luasnya,” katanya.

Ia mengatakan, Islamic Center tersebut, merupakan cita-citanya sejak menjabat sebagai wakil Bupati Serang. Ia terinspirasi dari ramainya setiap pelaksanaan Haul Syekh Nawawi Al Bantani yang selalu padat. “Puluhan ribu menbeudak kan, Presiden Indonesia manapun pasti hadir di sana,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, di Kabupaten Serang juga terdapat banyak ulama besar ahli kitab kuning. Ia khawatir jika tidak ada regenerasi, maka ini akan hilang. “Ini tidak tertutup hanya untuk santri kita umum juga bisa nanti ada jadwal tetap,” katanya.

Sementara, Camat Tanara Eri Suhaeri mengatakan, untuk lahan yang akan dipakai seluas 4,1 hektare. Tanah yang akan digunakan tersebut, adalah tanah bengkok desa. “Tapi, nanti di-ruislag. Kenapa di tanah bengkok desa, karena titik lokasinya nyambung semua dengan masjid tua di Tanara, ke ponpes juga, dekat terminal dan puskesmas,” ujarnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here