Bangkitkan Kembali Budaya di Banten

Situs Banten Lama.*

BUDAYA di Banten terkikis waktu dan hilang seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman. Melalui diskusi yang diadakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang, para seniman dan budayawan dikumpulkan untuk kembali membangkitkan budaya.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Kota Serang Evie Sofiyah Usman mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menghidupkan kembali budaya yang pernah hilang di Banten dan Kota Serang. Bersama pakerja seni dan budaya, pihaknya akan melakukan sebuah terobosan agar budaya yang pernah jaya kembali diakui dan bangkit.

“Karena mereka ini memiliki ide dan gagasan yang sangat bagus dalam membangkitkan kembali budaya yang tenggelam, bahkan hilang. Oleh karenanya kami kumpulkan mereka semua disini, bukan hanya sekedar silaturahmi. Akan tetapi bersama-sama membangun kembali Kota Serang melalui kebudayaan yang pernah ada,” katanya, Senin (5/8/2019).

Selain itu, kata dia, ini juga sebagai salah satu cara untuk membangkitkan kepekaan para seniman, sejarawan dan budayawan untuk membangun kearifan lokal yang ada di Kota Serang. Dengan begitu, mereka bisa saling melengkapi antara satu dan yang lainnya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi pihaknya dan peserta yang hadir. Akan tetapi seluruh masyarakat pun merasakan kebermanfaatannya karena keterlibatannya.

“Ini juga bisa menggali potensi-potensi yang ada di Kota Serang. Mulai dari sejarah, seni dan budaya, serta adat dan tradisi. Kami mengumpulkan semuanya di sini agar ide dan gagasannya bisa tersampaikan. Kami pun juga akan membuatkan program untuk membangun Kota Serang,” ujarnya.

Sebagai budayawan sekaligus narasumber acara, Tb. Najib mengatakan banyak kebudayaan yang hilang seiring berjalannya waktu. Bahkan, kata dia, salah seorang petinggi di Jawa Barat pernah mengatakan Banten tidak layak menjadi provinsi karena kebudayaan yang dimiliki oleh Banten dinilai sangat kecil.

“Itulah sebagai tantangan bagi kami untuk membuktikan sesungguhnya tidak benar. Karena kami memiliki banyak kebudayaan yang bisa diperlihatkan. Oleh karena itu kami terus melakukan upaya-upaya untuk membangkitkan kembali budaya yang ada di Banten. Itu akan kami buktikan,” ujar peneliti pada Pusat Penelitian Arkeologi Nasional ini.

Oleh karena itu, ia bersama Disdikbud mencoba untuk mengangkat kembali budaya yang telah hilang. Seperti kebudayaan kemaritiman, kemudian tentang ragam hias, kuliner dan kebudayaan bahasa. “Pernyataan dari petinggi itulah yang membuat kami terangsang, termotivasi dan terdorong untuk membangkitkannya kembali,” ucapnya.

Menurutnya, Kota Serang juga memiliki nilai sejarah yang tak kalah menarik. Banten, kata dia, khususnya Kota Serang terbentuk karena adanya kebudayaan. “Sehingga antara sejarah dan budaya itu melekat pada berdirinya Kota Serang,” ucapnya. (Rizki Putri/Rifki)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here