Bandara Soetta Waspadai Virus Ebola ke Indonesia

TANGERANG, (KB).- Bandara-bandara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan pencegahan penyebaran virus ebola ke Indonesia. Upaya pencegahan dilakukan Angkasa Pura II bersama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Ph SVP of Corporate Secretary AP II Achmad Rifai mengatakan, bandara merupakan pintu masuk utama Indonesia, sehingga berperan cukup vital dalam menghalau masuknya virus tersebut ke dalam negeri.

“Angkasa Pura II dan KKP yang berada di bawah Kementerian Kesehatan bekerja sama dalam menghalau virus ebola sejak di bandara. Kami berharap, bandara dapat berperan maksimal dalam upaya pencegahan ini,” katanya, Jumat (9/8/2019).

Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang yang merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia, seluruh penumpang dan kru pesawat dari luar negeri harus melalui pemeriksaan sejak mereka tiba di terminal kedatangan internasional.

Kepala KKP Kelas I Soetta Tangerang Anas Ma’ruf menuturkan, pemeriksaan salah satunya dilakukan dengan alat thermal scanner di terminal kedatangan.

“Seluruh penumpang rute internasional dan kru pesawat akan dideteksi menggunakan thermal scanner sebelum masuk ke Indonesia. Apabila terdeteksi adanya penderita, yang salah satu indikasinya, adalah demam, maka langsung diarahkan ke klinik,” ujarnya.

Selain screening melalui thermal scanner, KKP juga melakukan surveillance syndrome untuk mendeteksi ada atau tidaknya penumpang pesawat yang menderita ebola. KKP juga mewajibkan setiap pesawat yang tiba dari luar negeri untuk menyerahkan dokumen general declaration, yang di antaranya menjelaskan jumlah penumpang, ada atau tidaknya penumpang sakit, dan sebagainya.

“Jajaran KKP di Soekarno-Hatta juga sudah meningkatkan kewaspadaan untuk menghalau virus ebola. Kami juga sudah mengirim surat edaran kepada stakeholder termasuk airlines, agar meningkatkan kewaspadaan. Di mana seluruh klinik yang ada di Soekarno-Hatta, baik itu milik Angkasa Pura II dan airlines sudah diinformasikan, bahwa mereka harus segera memberi notifikasi apabila ada terduga penderita ebola,” ucapnya.

Adapun upaya pencegahan serupa juga dilakukan di bandara-bandara AP II lainnya yang memiliki jadwal penerbangan internasional. Diketahui terkait dengan virus ebola, pada Rabu (17/7/2019), World Health Organization (WHO) menyatakan wabah ebola di Kongo harus menjadi perhatian dunia internasional. Sejalan dengan itu, pada Jumat (19/7/2019) WHO juga telah menerbitkan rekomendasi pencegahan penyebaran virus tersebut. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here