Bandara Soetta Gelar ‘Ramp Safety’

PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Utama (KCU) Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, menggelar Ramp Safety Campaign (RSC) dan Terminal Safety Campaign (TSC), di gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PK-PPK) Bandara Internasional Soetta, Rabu (22/1/ 2020).*

PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Utama (KCU) Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, menggelar Ramp Safety Campaign (RSC) dan Terminal Safety Campaign (TSC), Rabu (22/1/ 2020). Kampanye keselamatan penerbangan ini mengusung tema ‘Go Digital With Smary Safety Intelligence’.

Bertempat di gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PK-PPK) Bandara Internasional Soetta, RSC dan TSC tersebut dilaksanakan bersamaan dengan peringatan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2020 dengan mengusung tema ‘Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3 pada Era Revolusi 4.0 Berbasis Teknologi Informasi.

Hal ini dilakukan untuk memastikan level keselamatan di era industri digital 4.0 dengan memanfaatkan teknologi sebagai pendukung pelaksanaan pekerjaan menjadi lebih efektif efisien tanpa mengesampingkan aspek keselamatan maupun kesehatan kerja di dalamnya. Dalam apel bulan K3 2020 ini diikuti oleh Otoritas Bandara, AirNav, Ground Handling, GMF, Kepolisian, AOC Internasional, AOC Domestik, CIQ (Custom, Immigration, Quarantine), KKP, Airlines, Pertamina dan komunitas bandara lainnya.

Senior Manager of Branch Communication PT Angkasa Pura II (Persero) KCU Bandara Soetta, Febri Toga Simatupang mengatakan, perseroan telah secara rutin menggelar ramp safety campaign dan terminal safety campaign setiap tahunnya agar seluruh stakeholder dan masyarakat dapat meningkatkan dan menumbuhkan kepedulian akan pentingnya keselamatan operasional penerbangan.

“Melalui ramp safety campaign dan terminal safety campaign ini, kami mengajak seluruh stakeholder dan komunitas dan masyarakat yang ada di Bandara Soetta untuk membangun budaya keselamatan penerbangan yang merupakan aspek utama dalam transportasi udara yang harus zero accident. Mari kita budayakan serta manfaatkan kemajuan teknologi untuk membantu meningkatkan keamanan, keselamatan serta kenyamanan penerbangan di Bandara Soetta,” imbuh Febri.

Lebih lanjut Febri menjelaskan, berdasarkan safety overview tahun 2019, PT Angkasa Pura II (Persero) mampu mempertahankan zero accident. Dengan kata lain, Safety Improvement yang dilakukan bersifat konsisten dan berkelanjutan serta menciptakan safety innovation dalam menghadapi Industry 4.0.

“Meskipun demikian, peningkatan safety level tetap perlu ditingkatkan di tahun ini. Sehingga tingkat incident maupun accident dapat lebih rendah atau menurun dari tahun sebelumnya. Komitmen keselamatan adalah concern utama bagi kami,” ungkapnya.

Oleh karenanya, PT Angkasa Pura II (Persero) senantiasa berkomitmen untuk terus konsisten dalam upaya pencapaian acceptable level of safety melalui implementasi safety management system maupun sistem manajemen K3 sesuai dengan visi dan misi perseroan. Diketahui
Kampanye keamanan dan keselamatan penerbangan ini akan berlangsung hingga 12 Februari 2020 mendatang.

“Setelah apel siaga ini, akan dilanjutkan dengan pelaksanaan inspeksi rutin melibatkan unit teknik, operasi, safety dan risk sekaligus ahli K3 maupun safety inspector terhadap aspek safety di lingkungan kerja terminal maupun airside Bandara Soetta,” tandasnya.

Sementara, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan dan mengingatkan kembali pemahaman atas aspek-aspek keselamatan kebandarudaraan.

“Sinergi antar stakeholder harus terus dilakukan perihal aspek safety karena kalau kita tidak bersinergi antar stakeholder tidak akan berjalan, selain itu harus juga terus mengembangkan pemahaman tentang aspek safety karena sangat penting di dalam pengelolaan Bandara,” ujar Awaluddin.

Dikatakannya untuk kegiatan kali ini, dilakukan dengan dua arah dimana adanya talkshow dengan para stakeholder Bandara Soekarno-Hatta bukan hanya sekedar Apel bersama.

“Jadi yang biasanya sifat satu arah sekarang dua arah sehingga dari seluruh stakeholder bisa memberikan masukan bagaimana safety level kebandarudaraan ini meningkat lebih baik,” bebernya.

Untuk di Bandara Internasional Soekarno-Hatta saja, Awaluddin menegaskan akan melakukan peningkatan level safety di beberapa area yang memiliki potensi resiko yang cukup tinggi. Dimana, hal tersebut dilakukan dengan menggunakan teknologi dan sistem yang baik.

“Yang pertama adalah operasi di ramp area yang cukup punya potensi resiko tinggi dengan pergerakan take off dan landing 1.200 artinya itu membawa juga pergerakan dari aspek lainnya seperti ground support equipmentnya kemudian ground handlingnya,” tuturnya.

Tak hanya itu, di seluruh Terminal kedatangan dan keberangkatan pun saat ini menjadi salah satu fokus dimana bukan hanya penggunaan teknologi namun juga pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

“Dengan luasan yang luar biasa, contoh Terminal 3 saja 400 ribu persegi jadi luasan yang segitu titik pengawasannnya harus banyak dengan menggunakan teknologi dan sebagainya, jadi kembali lagi pada akhirnya SDMnya juga harus punya pemahaman dan safety levelnya juga ditingkatkan,” tukasnya. (Dewi Agustini)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here