Bandara Soetta Diperluas, RTRW Perkotaan Diubah

TANGERANG, (KB).- Perluasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang ke Teluk Naga dan Kosambi mengakibatkan adanya perubahan rencana tata ruang wilayah (RTRW) untuk kawasan perkotaan. Perubahan RTRW tersebut, juga diakui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Erwin Mawandi mengatakan, perubahan RTRW untuk kawasan perkotaan tak dapat dihindari. Menurut dia, sebagai wilayah penyangga ibu kota negara, maka beberapa lahan pertanian berubah fungsi.

“Tidak dapat dimungkiri, karena pengembangan kawasan strategis nasional, seperti bandara terbesar di Indonesia tentu memanfaatkan lahan sekitar,” katanya.

Masalah tersebut, muncul sehubungan Pemkab Tangerang, menetapkan sembilan kecamatan di kawasan pesisir sebagai lumbung pangan dengan mempertahankan areal pertanian produktif menghasilkan 448.201 ton padi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang Aziz Gunawan menuturkan, lumbung pangan tersebut, terdapat di Kecamatan Sukadiri, Sukamulya, Kronjo, Pakuhaji, Mauk, Rajeg, Mekarbaru, Gunung Kaler, dan Kemiri.

“Lahan persawahan produktif yang tersedia itu seluas 74.910 hektare untuk panen dua kali dalam setahun, di antaranya berada sekitar bandara,” ujarnya.

Ia mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang pada 2018, bahwa produktivitas padi sebesar 59,8 kuintal tiap hektare.

Sementara, pihaknya berupaya, agar pemilik sawah tidak menjual kepada pengembang perumahan, agar dapat mempertahankan lumbung pangan tersebut.

Langkah yang ditempuh, adalah dengan memperbaiki saluran irigasi, pemberian subsidi pupuk, permodalan, pemasaran, serta menyiapkan peralatan traktor tangan. Ia menuturkan, perkembangan perkotaan semakin cepat dan harus dipersiapkan sarana maupun prasarana untuk melayani masyarakat, seperti permukiman dan transportasi.

“Pertumbuhan penduduk sebesar 3,2 persen hingga 3,3 persen, maka perlu antisipasi sejak awal, agar RTRW dilakukan perubahan,” ucapnya.

Lahan untuk lumbung pangan tersebut, tidak dapat dialihfungsikan dan dijadikan sebagai pertanian abadi, sehingga ketahanan pangan lokal dapat terjaga dengan baik.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan penduduk dan ketersediaan pangan maka perlu ditetapkan lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal. Apalagi persoalan pangan yang merupakan salah satu program strategis Pemkab Tangerang perlu dituntaskan selama 2019. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here