Balita Tewas Ditangan Orang Tua Kandung: Dendam Terhadap Suami Kedua, Alasan Rosita Kerap Aniaya Anaknya

Petugas Polisi saat memberikan keterangan terkait kasus balita tewas ditangan orang tua kandung.*

TANGERANG, (KB).- Quina Latisa Ramadani alias Quin, balita malang berusia 1,5 tahun ini ternyata tewas di tangan sang ibu kandungnya. Dendam menjadi motif Rosita bin Kimin (28) tega menganiaya buah hatinya hingga meninggal dunia.

Polisi pun telah menetapkan Rosita sebagai tersangka penganiayaan terhadap Quin. Sejauh ini polisi telah memeriksa sebanyak lima orang saksi. Di antaranya Ali, pemilik rumah kontrakan di mana Rosita bersama keluarganya tinggal. Tepatnya di Jalan Ikhwan, Kampung Gebang, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Tembok kontrakan itu jua menjadi saksi bisu tiap Rosita menganiaya anak tak berdosa tersebut. Selain itu, polisi juga meminta keterangan Wage, suami ketiga Rosita. Namun Wage tidak mengetahui tindak kejahatan yang dilakukan istrinya itu. “Kita sudah periksa lima orang saksi meliputi ayah tiri korban, tetangga, dan pemilik kontrakan,” kata Kapolsek Jatiuwung Kompol Eliantoro Jalmaf.

Eliantoro menjelaskan, tersangka menikah sebanyak tiga kali. Suami pertama merupakan pria asal Nusa Tenggara Timur dan suami kedua berasal dari Sumatera Selatan. Namun sejauh ini polisi belum mengetahui alasan mengapa Rosita bercerai dengan suami pertama dan kedua. Adapun motif penganiayaan terhadap Quin, karena tersangka merasa dendam dengan suami keduanya.

“Motif yang bersangkutan karena ada unsur sakit hati terhadap orang tua korban, yaitu ayah korban. Korban merupakan anak yang kedua dari suami kedua tersangka. Penganiayaan terhadap korban ini sudah sering dilakukan,” kata Eliantoro.

Sejauh ini kondisi kejiwaan, Rosita dalam keadaan normal. Namun demikian, polisi berencana memanggil psikiater atau dokter ahli penyakit jiwa untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Rosita.

“Sampai saat ini kondisi kejiwaan tersangka menurut kami masih normal, namun nanti kami periksa ke psikiater. Disamping itu kita tetap melakukan tes kejiwaan terhadap tersangka, sejauh mana tingkat emosionalnya,” tukas Eliantoro Jalmaf saat konferensi pers di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSU Kabupaten Tangerang, Sabtu (19/1/2019).

Baca Juga: Diduga Dianiya, Balita Tewas Ditangan Orang Tua Kandung

Sementara korban balita malang Quin sudah dilakukan visum. Tetapi menurut Eliantoro, perlu dilakukan tindakan autopsi terhadap jenazah balita 18 bulan itu. “Karena korban meninggal dunia,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya balita perempuan meninggal dunia dengan tidak wajar. Sekujur tubuh penuh luka lebam. Bahkan Quin sempat dibawa berobat ke Rumah Sakit Ibu & Anak Bunda Sejati, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Jumat (18/1/2019). Namun berdasarkan pemeriksaan dokter, Quin ternyata telah meninggal dunia.

Lantaran hasil pemeriksaan dokter terdapat luka memar serta berdarah pada mulut dan punggung Quin, pihak rumah sakit memberitahukan hal tersebut ke Polsek Jatiuwung. Polisi pun langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengecek korban dan tempat kejadian perkara atau TKP.

“Dari hasil cek korban dan TKP, diduga korban meninggal karena akibat pukulan benda tumpul pada punggung dan mukanya. Atas hal tersebut, kemudian dilakukan pengamanan terhadap orang tua korban,” tukas Eliantoro. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here