Balawisata Cegah Kecelakaan di Pantai

Kasus kecelakaan laut (lakalaut), wisatawan tenggelam di tempat objek wisata pantai masih saja selalu terjadi di sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Lebak setiap tahunnya.

Salah satu pemicunya, selain tidak mengindahkan rambu peringatan zona merah di areal pantai, dan rendahnya sikap kewaspadaan wisatawan.

Meski demikian, tidak semua kasus lakalaut di pantai yang menimpa wisatawan sampai menelan korban jiwa. Banyak kasus lakalaut yang menimpa wisatawan mampu terselamatkan oleh pihak Badan penyelamat wisata (Balawisata).

Koordinator Balawisata Lebak AM Erwin menyatakan, sejak tahun 2015 hingga 2018, wisatawan yang terseret ombak saat berwisata di objek wisata Pantai Sawarna sekitar 200 kasus. Meski kasus lakalaut di destinasi wisata cukup tinggi, tetapi mayoritas berhasil terselamatkan.

”Pemicu kecelakaan rata-rata karena pengunjung tidak mengindahkan sejumlah papan imbauan dan tanda di sekitar area berbahaya,” kata AM Erwin, Senin (18/3/2019).

Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2015 korban meninggal yang tenggelam di pantai sebanyak 20 orang, tahun 2016 sebanyak 4 orang, 2017 sebanyak 1 orang dan 2018 sebanyak 2 orang. Menurutnya, untuk menekan angka kecelakaan wisatawan tenggelam perlu upaya bersama.

“Perlu upaya bersama, karena jika hanya mengandalkan Balawisata itu akan sulit,” ujarnya.

Ia mengaku, hingga saat ini jumlah anggota atau personel Balawisata juga sangat terbatas. Hal itu menjadi kendala tersendiri ketika melakukan upaya penyelamatan korban tenggelam. Selain itu, alat bantu penyelamatan juga masih cukup minim.

“Kita juga sering dihadapkan pada kendala sulitnya mencari perahu untuk mengejar korban yang terseret,” ucapnya.

Pihaknya melalui pengeras suara tak henti-hentinya mengingatkan wisatawan untuk tidak terlalu ke tengah saat bermain di sekitar pantai. Namun, sebagian pengunjung sering nekat dan mengabaikan larangan untuk berenang di pantai.

“Kami mengimbau pengunjung dapat mematuhi rambu yang ada, dan mendengar arahan dari petugas penjaga pantai,” tuturnya.

Pihaknya juga berharap pemerintah melalui dinas terkait terus meningkatkan perhatian terhadap Balawisata, terutama sarana penyelamatan daan evakuasi serta operasionalnya. “Karena setiap terjadi lakalaut, pihaknya harus mengeluarkan biaya cukup besar,” ujarnya. (Dini Hidayat)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here