Balap Sepeda Tetap Bertanding di PON 2020, ISSI Banten Langsung Pelatda

SERANG, (KB).- Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Banten, akhirnya bisa bernafas lega. Alasannya, cabor balap sepeda yang sebelumnya dicoret dari Pekan Olah raga Nasional (PON) Papua 2020, tetap dipertandingkan pada multi event olah raga terbesar se-Indonesia tersebut.

Meski begitu, cabor balap sepeda tidak akan bertanding di Bumi Cendrawasih atau Papua, melainkan akan berlaga di Jawa Timur namun tetap terdata dalam pertandingan PON XX Papua 2020. Kepastian tersebut didapatkan setelah rapat terbatas yang dilakukan PB ISSI dengan Presiden Joko Widodo, Jumat (17/1/2020) lalu.

“Benar. Balap sepeda tetap di pertandingkan di PON 2020 nanti. Hanya saja lokasinya di Jatim,” kata Ketua PB ISSI Raja Satpa Oktohari.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengprov ISSI Banten Agus Prasetyo menyambut dengan gembira keputusan tersebut. Sebenarnya pihaknya sudah sejak lama yakin balap sepeda akan tetap dipertandingkan pada PON XX, meski tidak berlaga di Papua.

“Memang kami sempat kecewa karena masuk dalam cabor yang dicoret pada PON XX Papua, namun kami tetap yakin bahwa balap sepeda akan tetap berlaga di PON XX. Maka dari itu, begitu mendapat kepastian ini sebenarnya kami tidak terkejut,” ujarnya kepada Kabar Banten, Ahad (19/1/2020).

Meski begitu, pihaknya turut berbahagia akhirnya balap sepeda dipastikan tetap berlaga di PON XX. Alasannya, Banten memiliki perwakilan atlet yang lolos ke Papua, berdasarkan hasil babak prakualifikasi PON.

“Banten kan punya dua wakil ke Papua nanti berdasarkan hasil Pra-PON, jadi kami sempat menyayangkan karena tidak berlaga di PON. Akan tetapi, setelah kepastian ini kami akan langsung menggelar pelatda, untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki atlet balap sepeda Banten,” katanya.

Pria yang akrab disapa Yoyo tersebut mengaku saat ini salah satu pembalap sepeda Banten, Faisal Rasyidin dipanggil oleh PB ISSI untuk mengikuti kejuaraan di Thailand. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan jam terbang dan pengalaman yang dimiliki Faisal, untuk modal berlaga di PON nanti.

“Jadi di Thailand ini bisa menjadi pengasah kualitas dan menambah jam terbang Faisal, sehingga sangat diperlukan untuk modal di PON nanti. Apalagi, lawan yang akan dihadapi Faisal kan pembalap dari luar negeri,” tuturnya. (YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here