Baksos Meriahkan Rangkaian Peringatan Milad Baznas

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Ketua Baznas Kabupaten Serang Wardi Muslich bersama salah seorang warga yang menerima bantuan bedah rumah di Desa Ujung Tebu, Kecamatan Ciomas, Kamis (17/10/2019)*

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang menggelar acara bakti sosial (baksos) di Halaman Kantor Kecamatan Ciomas, Kamis (17/10/2019). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara milad Baznas Kabupaten Serang ke-19 tahun 2019.

Ketua Baznas Kabupaten Serang Wardi Muslich mengatakan, baksos hari ini, Kamis (17/10/2019) merupakan rangkaian milad ke-19 dan puncaknya akan dilakukan Senin (21/10/2019) di salah satu hotel Kota Serang. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan dalam bakti sosial tersebut.

Pertama khitanan massal untuk 100 orang yang dibagi ke tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Ciomas 60, Gunungsari 30, dan Pabuaran 10 orang. Kedua, pemberian paket sekolah untuk 120 anak SD dibagi tiga kecamatan, yakni di Ciomas 30, Padarincang 60, dan Pabuaran 30 orang.

Ketiga, pemberian 200 bantuan paket sembako untuk warga kurang mampu yang dibagi untuk tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Ciomas 100, Pabuaran 50, dan Padarincang 50 orang. Keempat pemberian bantuan untuk anak anak kurang gizi.

Selain itu, kata dia, ada juga peresmian bedah rumah kampung Baznas 2019. Tahun ini, ada 20 rumah dibangun di Ciomas Desa Ujung Tebu dan 20 rumah di Petir Desa Seuat. “Pembangunan dilakukan kades dengan melalui penandatanganan MoU. Alhamdulillah pembangunan bedah rumah sudah selesai,” ujarnya kepada Kabar Banten.

Kemudian, pihaknya juga menyerahkan bantuan bedah rumah untuk 27 rumah di 27 kecamatan dengan anggaran per rumah Rp 15 juta serta sembilan rumah dibangun di beberapa kecamatan lainnya. Dengan demikian, total rumah yang telah dibangun Baznas tahun ini ada 76 rumah. “Total anggaran yang digunakan Rp 1,340 miliar,” ucapnya.

Sementara, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, dalam rangkaian milad Baznas ini ada beberapa agenda, yakni khitanan massal, paket sembako, paket sekolah, gizi buruk, dan ada 76 rumah tidak layak huni yang diperbaiki dengan sumber dananya berasal dari infak ASN.

“Di Petir dan Ciomas masing-masing 20 rumah, karena Ciomas ini di wilayah barat termasuk yang banyak rutilahu. Kalau di atas 500 harus diselesaikan dari berbagai pihak, APBN dan APBD juga jumlahnya lebih banyak,” tuturnya.

Ia menjelaskan, sisa rutilahu dari 2018, yakni sekitar 8.000 lebih. Kemudian, 2019 diselesaikan sekitar 1.900 unit. Itu artinya tersisa sekitar 6.000 lebih. “Kalau kami (penyelesaian) dari tren antara 1.500-2.000, berarti tiga tahun mudah mudahan selesai. Ada dari APBN dan APBD yang banyak. APBD 826 rumah APBN 950, terus Bjb juga,” katanya.

Staf Desa Ujung Tebu Jamasari mengatakan, dengan adanya bantuan tersebut, warganya sangat terbantu. Menurut dia, di desanya ada sekitar 50 unit rutilahu yang belum dibangun. “Di sini Kampung Cibarunai Girang paling banyak. Sudah terdata semua tinggal tunggu bantuan,” ujarnya. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here