Bahagia dan Bangga Anaknya Raih Sarjana, Loper Koran Menangis di Acara Wisuda

Badaruddin (kiri) dan ibu Nurmayah (kanan), foto bersama Fauzul Iman (tengah) usai mengikuti wisuda UIN SMH Banten, di Aula Sjadeli Hasan, Sabtu (15/12/2018).*

Sarjana adalah gelar akademik yang tidak banyak orang mampu menempuhnya. Salah satunya, karena butuh biaya yang tidak sedikit untuk bisa meraihnya. Bagi mereka berpenghasilan rendah atau tidak tetap, bahkan menganggap mimpi bisa menyekolahkan anaknya hingga sarjana.

Namun, tidak bagi Badaruddin. Meski pekerjaannya hanya mengantar koran atau surat kabar ke rumah pelanggan, namun mimpi seorang loper koran itu menjadi kenyataan. Sang anak, Fauzul Iman, akhirnya meraih gelar sarjana.
Ari matanya tak terbendung, namun Badaruddin tetap bertahan dengan pandangannya yang tertuju pada anak pertamanya yang menjadi bagian dari peserta wisuda Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten ke-25, di Aula Sjadeli Hasan, Sabtu (15/12/2018).

Badaruddin tampak berusaha menyeka air matanya, yang tak berhenti berlinang. Namun rasa bahagia dan bangga, juga tak mampu dia lawan. “Alhamdulillah, ini buah dari kerja keras demi memuluskan langkah anak mengejar gelar sarjana. Saya bangga, anak saya akhirnya diwisuda. Bagi orang lain menyekolahkan anak mudah, karena mempunyai uang. Tapi bagi saya, perlu perjuangan,” ujarnya.

Ia tidak berhenti memotivasi anaknya agar menyelesaikan pendidikannya. “Mudah-mudahan apa yang telah diraih Fauzul selama di bangku kuliah, bisa mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari dan memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan cita-cita,” ucapnya.

Fauzul Iman anak dari pasangan Badaruddin dan Nuryamah. Di tengah hidup dengan penuh kesederhaan, tidak membuat pemuda ini kehilangan semangat untuk meraih prestasi. Dia bahkan memperoleh nilai pujian dalam wisuda tersebut.

Fauzul sangat bahagia bisa mengikuti wisuda karena baginya ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa mengingat orangtuanya hanya seorang loper koran Kabar Banten. Perjuangan Fauzul untuk sampai pada titik membanggakan tersebut tidaklah mudah. Semangat belajarnya yang gigih, dapat menyelesaikan pendidikannya dengan tepat waktu.

“Saya sangat bersyukur dan gembira telah berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana pada Jurusan Bimbingan Konseling Fakultas Dakwah UIN SMH Banten dengan tepat waktu,” tutur Fauzul.

Ia mengatakan, tidak hanya perasaan yang gembira, namun juga dengan perasaan terharu karena perjuangan kedua orangtuanya yang telah membiayai selama menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi. “Saya bangga dan terharu bisa menyelesaikan pendidikan sarjana tepat waktu. Alhamdulillah saya bisa membahagiakan kedua orangtua saya dengan menghadiri wisuda tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan, sangat beruntung bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Apalagi, tidak semua orang bisa melanjutkan hingga ke perguruan tinggi. “Ini semua berkat doa dan hasil kerja keras orangtua selama mendidik dan selalu memberikan nasihat kepada anak-anaknya bahwa pendidikan itu sangat penting. Ucapan terima kasih kepada ayah dan ibu yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,” ucapnya.

Setelah lulus dari UIN SMH Banten, dia berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan S2. “Mudah-mudahan apa yang telah saya raih bisa memberikan manfaat, bisa memberikan semangat kepada adik-adik saya untuk terus belajar hingga bisa meraih cita-cita yang mereka inginkan,” katanya. (Denis Asria)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here