Bagi Survivor Tsunami Selat Sunda, PMI Banten Salurkan Voucher Belanja

Warga penerima bantuan menunjukkan voucher belanja Program Bantuan berbasis tunai atau Cash Transfer Program (CTP) PMI bagi Survivor Tsunami Selat Sunda, Ahad (8/12/2019).*

PANDEGLANG, (KB).- Sebanyak 605 warga terdampak bencana tsunami Selat Sunda di Kecamatan Sumur dan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, mendapatkan voucher belanja senilai Rp 1 juta dari Palang Merah Indonesia (PMI).

Bantuan berbasis tunai atau Cash Transfer Program (CTP) tersebut diberikan masing-masing kepada kepala keluarga terdampak tsunami untuk membeli keperluan alat rumah tangga, perlengkapan sekolah dan peralatan nelayan.

Bantuan berbasis tunai (CTP) ini merupakan program pemulihan dari PMI yang didukung penuh The International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) dengan didampingi oleh Tim Community Engagement and Accountabiliy (CEA) atau Pelibatan Masyarakat dan Akuntabilitas untuk membuka layanan dalam meningkatkan akuntabilitas antara PMI dan Masyarakat.

Melalui keterangan pers PMI Banten, Minggu (8/12/2019), Kepala Markas PMI Banten, Embay Bahriyah menyampaikan bahwa masyarakat terdampak tsunami Selat Sunda yang mendapatkan voucher belanja tersebut, bisa membelanjakannya di toko-toko lokal terdekat yang telah bekerjasama dengan PMI hingga minggu mendatang.

“Kami berharap bantuan ini bisa menghidupkan toko-toko lokal dan semangat bagi para warga terdampak yang berhak menerima bantuan tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan, 22 Desember 2019, genap satu tahun bencana tsunami Selat Sunda terjadi dan kehidupan warga terdampak tidak lagi sama seperti sebelumnya serta sebagian besar masih hidup di hunian sementara (Huntara) dengan segala keterbatasan fasilitas dan akses. Bahkan sejumlah warga hingga kini sulit mendapatkan pekerjaan.

“Kami berharap bantuan ini bisa memberikan semangat dan kegembiraan buat mereka,” ujar Embay.

Komandan Layanan CEA  PMI Pandeglang, Aip Saripudin mengatakan, penukaran voucher dilakukan di dua wilayah, tahap pertama dilakukan penukaran voucher belanja untuk wilayah Kecamatan Sumur yang meliputi Desa Sumberjaya, Kertajaya, Tunggal Jaya, Cigorondong, Taman Jaya dan Ujung Jaya.

Sedangkan tahap kedua dilakukan di Wilayah kecamatan Panimbang yang meliputi Desa Citeureup, Tanjung Jaya, Mekarsari dan Kubang Kampil akan berlangsung minggu depan tanggal 10 hingga 14 Desember 2019. Sebelum penukaran voucher, Tim Layanan CEA sudah melakukan sosialisasi dan survei warga yang terdampak.

“Sosialisasi dan survei dilakukan agar masyarakat juga paham mekanismenya. Beberapa hal mungkin ada yang terlewat, tapi kami akan melakukan evaluasi untuk perbaikan kegiatan serupa,” ujar Irvan.

Sementara itu salah satu penerima manfaat dari Kecamatan Sumur, Siti Sa’diyah (31) menyampaikan bahwa bantuan voucher PMI ini sangat berarti bagi dirinya yang kini memulai usaha sendiri dengan membuka warung minuman dan makanan instan di pinggir jalan dekat pasar, sekaligus sebagai tempat tinggal.

“Voucher ini saya belikan blender untuk usaha saya membuat minuman segar. Lalu kipas angin untuk ayah saya yang tinggal di Huntara. Dari voucher ini juga saya membelikan baju seragam sekolah untuk ketiga anak saya,” ujar Saidiyah yang juga orang tua tunggal ini.

Ia mengakui sejak bencana tsunami segala harta bendanya yang dia tabung habis. Kemudian dirinya harus memulai lagi segalanya dari nol. Karena itu segala bantuan yang diberikan sangat berarti baginya dan keluarganya.

“PMI sudah sangat sering membantu kami dari sejak bencana terjadi bahkan hingga kami mulai bangkit lagi,” ujar Sa’diyah. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here