Selasa, 19 Juni 2018

Bacok Pengendara Motor, 30 ABG Diamankan

TANGERANG, (KB).- Puluhan anak baru gede (ABG) di Tangerang Selatan (Tangsel) kembali berulah. Kali ini mereka melakukan aksi brutal terhadap seorang pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan Jombang Raya Gang H Gorik, Pondok Aren, Ahad (25/2/2018) malam. Akibat ulahnya tersebut, korban bernama M Aldi (19), warga Pondok Aren, Tangsel mengalami luka sobek di bagian tangan dan kaki, karena sabetan berbagai jenis senjata tajam yang diterimanya.

Ketika kejadian, saat itu puluhan anggota kepolisian dari Polsek Pondok Aren sedang melakukan operasi cipta kondisi mencegah gangguan kriminalitas di wilayah Pondok Aren. Tak lama berpatroli, polisi curiga melihat adanya segerombolan remaja yang mengendarai 21 unit sepeda motor berboncengan secara bersamaan, lantas polisi melakukan pemeriksaan. Rupanya, 6 orang di antara kelompok tersebut, kedapatan membawa senjata tajam berupa celurit dan kelewang.

“Telah diamankan 30 orang laki-laki yang mengendarai sepeda motor berboncengan. 6 orang di antaranya kedapatan membawa senjata tajam,” kata Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho, Senin (26/2/2018). Setelah petugas mengamankan ke 30 remaja tersebut, tiba-tiba datang beberapa orang yang melaporkan telah terjadi pembacokan terhadap M Aldi, oleh gerombolan bermotor di Jalan Jombang Raya Gang H Gorik, tepatnya di depan Sekolah Al-Mubarok, Pondok Aren.

Korban mengalami kejadian nahas tersebut ketika sedang mengendarai sepeda motor dengan temannya, Adnan. Keduanya berencana menuju warung di pinggir jalan untuk membeli sesuatu.
Begitu keluar dari Gang Gorik, tiba-tiba dari arah lampu stopan Zodiak, Bintaro datang kelompok bermotor yang langsung mengejar korban, lalu melakukan pembacokan disertai perusakan sepeda motornya.

Setelah diidentifikasi, ternyata kelompok bermotor yang melakukan aksi brutalnya tersebut, tak lain adalah 30 remaja yang diamankan polisi, karena membawa senjata tajam sebelumnya. “Dari hasil penyelidikan, para pelaku awalnya berkumpul untuk menikmati suasana malam Minggu. Kemudian, muncul ide untuk melaksanakan aksi (pembacokan), karena ingin menunjukkan keberanian,” ujarnya.

Para remaja yang diamankan, karena membawa senjata tajam tersebut beberapa di antaranya masih berstatus pelajar, seperti, M Rizky Rimadhon (18), siswa SMU Binus, Yoga Wijaya (16) SMU Kebangsaan, dan Noval Ryanata (16) SMP PGRI Ciputat. Pelaku lainnya, yakni Syarifuddin (16) sebagai tukang parkir, M Rijay Riko (16) penjaga warung, serta M Risky (16) pengangguran.

“Enam pelaku kami tahan di Mapolres, sedangkan 24 lainnya kami pulangkan dengan kemungkinan akan kami amankan lagi kalau hasil pemeriksaan penyidik menyimpulkan jika mereka terkait pembacokan terhadap korban,” ucapnya. Karena pelaku masih dalam status anak di bawah umur, petugas kepolisian bekerja sama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk melakukan pendampingan saat proses penyelidikan berjalan. (DA)***


Sekilas Info

Korban Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Batu Ceper dapat Santunan

TANGERANG, (KB).- Jasa Raharja memberikan santunan kepada satu keluarga korban kecelakaan maut antara Mobil Avanza …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *