Baca Alquran Masyarakat Rendah, Dewan Minta Pemprov Serius

SERANG, (KB).- Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah meminta OPD terkait pada Pemerintah provinsi (Pemprov) Banten tidak mendiamkan persoalan rendahnya kemampuan membaca Alquran masyarakat Banten. Mengingat, hal tersebut sangat bertolak belakang dengan sebutan Banten sebagai daerah religius. “Rendahnya kemampuan baca Alquran masyarakat Banten perlu ditindaklanjuti oleh dinas terkait di Provinsi Banten, dengan cara mengoordinasikan kepada dinas terkait di kabupaten/kota,” katanya saat dihubungi akhir pekan lalu.

Langkah menindaklanjutinya dapat ditempuh dengan berbagai cara. Salah satunya melalui pengalokasian anggaran untuk program-program pembinaan pengajian, di dalamnya juga termasuk menyejahterakan guru ngaji. “Dalam hal peningkatan SDM, OPD terkait harus memiliki database yang kuat. Selanjutnya ditindaklanjuti bersama stakeholder lainnya. Hasil survei menunjukkan bahwa kemampuan membaca Alquran masyarakat Banten masih rendah,” ucapnya.

Disisi lain, tutur dia, guru ngaji yang saat ini ada di wilayah Banten harus mulai menelaah efektivitas belajar dalam pengajiannya. Agar, pembelajaran Alquran dapat benar-benar diserap oleh peserta pengajian. “Misalnya, efektifnya hanya untuk 10 peserta malah ditambah menjadi lebih, malah tidak efektif dalam konteks pemberian pemahaman,” tuturnya.  Untuk mendorong peningkatan kemampuan baca Alqruan, DPRD Banten juga siap bersinergi dengan Pemprov Banten. “Kami akan mendorong jika hal itu menjadi bagian dalam peningkatan SDM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten. DPRD pasti akan dukung dari sisi itu,” katanya.

Sebelumnya, Tim survei LPTQ Banten, Lili Romli mengatakan, tingkat kemampuan membaca Alquran di Banten harus mendapat perhatian serius. Mengingat, hasil survei melek huruf Alquran di Banten oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Banten menunjukkan bahwa tingkat kemampuan muslim membaca Alquran di Banten masih memprihatinkan. Yakni, muslim yang mempunyai kemampuan membaca Alquran dari tingkat cukup sampai sangat buruk mencapai angka 76,72 persen.

Sementara yang terbilang mampu dari tingkat agak baik sampai dengan sangat lancar hanya 23,28 persen. “Program penyebaran guru ngaji dapat dilakukan untuk meningkatkan angka ini,” katanya saat mengulas hasil survei tersebut di Aula Kanwil Kemenag Banten, kemarin. Selain itu, diperlukan juga program lain untuk mendorong kebiasaan mengaji muslim di Banten. Jika dimungkinkan, pemerintah juga harus memperbanyak pengadaan mushaf Alquran, karena banyak rumah tangga muslim di Banten yang masih harus bergantian membaca Alquran akibat minimnya ketersediaan. “Agar setiap rumah tangga memilikinya secara perseorangan,” ucapnya. (H-51)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here