Awasi Proyek Tanggul Rp 10 M

Tanggul penahan ombak Pantai Lampe, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang terlihat kurang tinggi, diduga menggunakan batu berukuran di bawah standar.*

PANDEGLANG, (KB).- Camat Labuan Atep Purnama meminta semua pihak untuk mengawasi proyek pembangunan tanggul pengaman Pantai Lampe Desa Cigondang Kecamatan Labuan. Proyek tersebut senilai Rp 10,2 miliar dari APBD Provinsi Banten.

“Nanti kita awasi. Kebetulan saya juga belum cek lokasi proyek. Saya harap proyek itu sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat,” kata Camat Labuan Atep Purnama kepada Kabar Banten, Jumat (29/11/2019).

Selain itu, lanjut Atep, proyek tersebut sebagai upaya pemerintah dalam penanganan pascabencana tsunami yang terjadi pada 22 Desember 2018 lalu.

Sementara itu aktivis Lembaga Independen Pemantau Pembangunan (LIPP) Banten, Herman Pratama mengatakan, proyek tanggul pengaman pantai itu dikerjakan oleh PT Hydro Techno Utama dengan konsultan pengawas PT Parindo Raya Engineering.

Sesuai dokumen, proyek tersebut bernomor kontrak proyek 611/12/SP.29.8.1/PJSA-DPUPR/2019. Proyek tersebut sedang dikerjakan selama 150 hari kerja dimulai pada 17 Juli 2019.

Meski demikian, Herman menyambut baik proyek pengaman Pantai Lampe. Namun dia mempertanyakan kualitas proyek tersebut.

“Memang pembangunan pengaman pantai ini untuk melindungi garis pantai agar tidak terkena abrasi. Tetapi berdasarkan pemantauan saya, batu yang digunakan terlalu kecil, mungkin batunya hanya seberat 50 kilogram. Seharusnya proyek itu memakai batu yang beratnya 100 kilogram,” kata Herman.

Herman meminta pelaksana proyek tersebut agar mementingkan kualitas hasil pembangunan, mengingat Pantai Lampe rawan terkena gelombang tsunami.

“Saya berharap hasil pembangunannya lebih berkualitas. Jangan sampai baru dibangun ketika diterjang ombak besar rusak lagi. Apalagi kan tahun 2018 lalu pantai itu terkena gelombang tsunami,” tuturnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here