Awasi Praktik Medis Liar

PANDEGLANG, (KB).- Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang, E. Supriadi meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang untuk mengawasi praktik medis liar di masyarakat. Pengawasan tersebut penting untuk mengantisipasi praktik medis liar yang pernah terjadi wilayah Menes. “Saya minta dinkes selektif mengeluarkan izin praktik medis dan awasi setiap apotek agar melayani obat sesuai resep dokter,” kata Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang, E. Supriadi kepada Kabar Banten, Jumat (5/1/2018).

Menurut dia, pemerintah harus mengawasi secara instan sejumlah tempat praktik mantri dan dokter. Hal tersebut penting untuk mengantisipasi adanya tindakan medis liar. Sehingga, ke depan jangan sampai ada orang mengobati penyakit, tetapi tidak memiliki keahlian dan disiplin ilmu medis. “Pengawasan harus ditingkatkan agar tidak terulang ada korban meninggal dunia akibat kasus pengobatan dokter gadungan.

Puskesmas juga mengimbau masyarakat untuk tidak berobat ke orang yang bukan ahlinya,” ujarnya. Selain itu, Dinkes perlu mengawasi tempat pengobatan alternatif. Karena khawatir mereka mengobati pasien tidak sesuai dengan petunjuk medis. “Pengawasan dan pembinaan perlu dilakukan di setiap apoteker. Sehingga penjualan obat sesuai resep dokter,” ujarnya.

Hal hampir senada dikatakan Sekretaris Komisi IV DPRD Pandeglang Ade Munawar. Ia mengatakan, untuk mengantisipasi praktik medis liar harus ada pengawasan melekat. Dinkes harus mendata semua apotek, tempat pengobatan alternatif. “Kami imbau masyarakat agar berobat ke tempat pelayanan kesehatan yang resmi, puskesmas dan rumah sakit. Jangan berobat ke orang yang bukan ahlinya,” tuturnya.

Kepala Dinkes Pandeglang, Didi Mulyadi mengatakan, kasus korban meninggal di Menes akibat tindakan medis liar.  Ia mengimbau masyarakat jangan berobat ke fasilitas kesehatan yang tidak resmi. “Kami akan mengawasi setiap apotek, tempat pengobatan alternatif. Ini langkah antisipasi agar tidak terjadi korban meninggal akibat praktik medis liar,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban mengunjungi Puskesmas Carita dan Labuan untuk memastikan tingkat pelayanan kesehatan. Tanto meminta petugas menyosialisasikan pelayanan kesehatan masyarakat. “Ajak masyarakat untuk berobat di tempat pengobatan resmi. Jangan sampai terulang lagi kasus pengobatan liar mengakibatkan korban meninggal dunia di Menes,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Polres Pandeglang resmi menahan Rah (50), warga jiput, Kabupaten Pandeglang yang diduga dokter gadungan. Penahanan terhadap Rah, pada Kamis (4/1/2018), karena perbuatan melakukan tindakan medis liar hingga mengakibatkan pasiennya meningal dunia. Korbannya adalah Sarwangi, warga Desa Cilaban Bulan, Kecamatan Menes, Pandeglang. Korban meninggal seusai mengonsumsi obat yang diberikan tersangka pada Rabu (3/1/2018). Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lustrianto Amstono membenarkan telah menahan tersangka Rah. Rah ditahan karena praktik medis secara liar. (EM/IF)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here