Audiensi Batal, Forum Mahasiswa Ancam Demo

PANDEGLANG, (KB).- Forum Komunikasi Mahasiswa dan Masyarakat (FKMM) Kabupaten Pandeglang yang sedianya akan beraudiensi dengan pemerintah di Gedung Setda Pandeglang terpaksa harus batal, karena para pejabat tidak ada di tempat, Rabu (23/8/2017). Batalnya audiensi soal proyek pembangunan Rumah Sakit Pratama Menes, mengundang para mahasiswa mengancam untuk demo ke gedung setda. Mahasiswa yang tergabung dalam FKMM tersebut di antaranya, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) dan Gerakan Masyarakat Menes (Gemanes).

Ketua HMI Cabang Pandeglang Ahmad Jaenudin mengatakan, dengan tidak diresponnya audiensi oleh para pejabat, maka dalam waktu dekat ini kita akan melancarkan aksi demo. Sebab menurutnya, pejabat Pandeglang tidak peduli terhadap aspirasi mahasiswa dan masyarakat. “Kita kecewa dengan para pemangku kebijakan Pemkab, sebab tidak ada pemberitahuan jika mereka tidak berkenan menemui kami hari ini,” ujar Jaenudin.

Hal hampir senada dikatakan Ketua PMII Pandeglang, Ajat Sudrajat. Ia mengatakan, kedatangan kita ke setda untuk beraudiensi. Namun kepala daerah dan Pj sekda, termasuk sejumlah pejabat yang ada relevansi dengan audiensi tidak ada di tempat. “Kami sudah mengirim surat audiensi pada Senin kemarin, dan rencananya pada hari ini akan dilakukan audiensi dengan bupati dan pihak terkait,” ucapnya.

Materi audiensi yang akan disampaikan itu terkait pembangunan Rumah Sakit Pratama Menes. Sehingga meminta Pemkab agar meninjau ulang pembangunan RS Pratama. “Tadinya kami ingin mempertanyakan perihal pembangunan RS Pratama, mulai dari amdal, perizinan dan lokasi yang tidak sesuai, kenapa tidak ditengah-tengah? Sebab di belakang RS Pratama itu ada rel kereta api. Bayangkan jika rumah sakit itu berdiri dan kereta api telah beroperasi tentunya masyarakat yang berobat akan merasa tidak nyaman,” tutur Ajat.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setda Pandeglang Mustandri mengatakan, audiensi batal dan pejabat tidak menemui para mahasiswa, karena para pejabat sedang ada kegiatan diluar. “Bupati sedang di Jakarta, Pak Sekda, asda dan para kabag sedang ada kegiatan dinas lainnya. Sehingga tidak bisa menemui mahasiswa. Mungkin nanti kita bisa jadwalkan ulang,” ucapnya. (H-50)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here