Ati dan Reno Kandidat Kuat Calon Wakil Walikota Cilegon

CILEGON, (KB).- Suhu politik menjelang pemilihan calon Wakil Wali Kota Cilegon mulai memanas, seiring beredarnya kabar, bahwa Pelaksna tugas (Plt) Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi segera diangkat menjadi Wali Kota Cilegon, karena proses hukum Wali Kota Cilegon nonaktif, Tubagus Iman Ariyadi terkait kasus suap perizinan Transmart Cilegon segera inkrah.

Seperti diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Serang telah memvonis Tubagus Iman Ariadi dengan hukuman 6 tahun penjara. Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) maupun terdakwa Tubagus Iman Ariyadi menyatakan banding. Kemudian, pada sidang banding, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Banten menguatkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor PN Serang.

Sumber Kabar Banten mengatakan, proses hukum perkara korupsi tersebut, segera inkrah, karena terdakwa maupun JPU tidak melakukan kasasi. Meski sebelumnya JPU sempat menyatakan kasasi, namun hingga batas waktu yang ditentukan, JPU tidak menyampaikan memori kasasi, sehingga upaya kasasi dianggap batal.

Menyusul kabar tersebut, konstelasi politik di antara delapan partai koalisi pengusung pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Iman Ariyadi-Edi Ariyadi ramai membahas kandidat yang akan dijagokan menjadi Wakil Wali Kota Cilegon.

Santer disebutkan, bahwa telah muncul dua nama dari dua partai yang akan maju dalam perebutan kursi Wakil Wali Kota Cilegon. Dua nama tersebut, adalah Reno Yanuar dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Ratu Ati Marliati dari Partai Golongan Karya (Golkar).

Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Cilegon, Alawi Mahmud menuturkan, komunikasi politik tidak resmi telah dilakukan sejumlah partai. “Saya akui, komunikasi tak resmi sudah mulai terjadi. Itu mengerucut kepada dua nama, yakni pak Reno PDIP dan ibu Ati dari Golkar. Kalau secara resminya belum, tapi tetap penting untuk kami sikapi,” katanya saat dihubungi, Ahad (7/10/2018).

Menurut dia, informasi lain yang bergulir, bahwa posisi Ratu Ati Marliati cukup kuat, mengingat Partai Golkar memiliki 10 kursi di DPRD Kota Cilegon. Terlebih lagi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut-sebut telah merapat ke Partai Golkar. “Kabar beredar di PKS sudah punya komitmen yang sama dengan Partai Golkar. Ini membuat posisi ibu Ati lebih kuat, mengingat kursi Golkar 10 suara didukung PKS 4 suara,” ujarnya.

Pikir-pikir

PAN sendiri, ucap dia, masih pikir-pikir untuk menentukan sikap. Ia mengatakan, ada tiga kemungkinan terkait sikap yang akan diambil oleh PAN pada konstelasi pemilihan wakil wali kota nanti. “Ada tiga opsi, apakah akan merapat kepada Golkar, PDIP atau mencalonkan dari partai internal kami. Ini akan kami hitung dulu, Insya Allah pekan depan kami akan menyatakan sikap politik kami secara resmi,” tuturnya.

Namun, dia menuturkan, cukup berat untuk bersaing dengan usulan koalisi Partai Golkar. Di mana PAN sendiri hanya memiliki tiga kursi di DPRD Kota Cilegon. “Tentunya untuk bisa bersaing, kami harus mendapat dukungan dari partai lain. Inilah yang perlu kami hitung dulu, pekan depan lah jawabannya,” ucapnya.

Terkait isu adanya dukungan PKS kepada Partai Golkar, Ketua DPD PKS Cilegon, Abdul Ghoffar memberikan pernyataan abu-abu. Ghoffar terkesan enggan memberikan jawaban tegas terkait isu yang bergulir saat ini. “Tidak apa-apa kalau ada yang bicara seperti itu. Intinya kalau kami sih, inkrah saja belum, tapi sudah bicara seperti itu. Takutnya geer duluan,” tuturnya.

Menurut dia, pihaknya akan terlebih dahulu menunggu inkrah dari Pengadilan Negeri (PN) Serang. Barulah internal DPC PKS Cilegon akan membahas terkait sikap politik pada konstelasi pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon. “Kami kan ada mekanisme partai yang harus dijalankan. Terkait pemilihan wakil wali kota sendiri, harus menunggu inkrah dulu. Setelah ada inkrah, baru dibicarakan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Cilegon, Rahmatulloh dengan tegas mengatakan, jika pihaknya akan mengusung nama dari partai internal. Ia menuturkan, itu adalah hak politik partai untuk bisa ikut serta dalam konstelasi pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon. “Perkara menang atau tidak, itu kan urusan lain. Terpenting, adalah kami akan mengusung calon dari partai sendiri,” ujarnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here