Astra Tol Tangerang Merak Dukung Pembangunan Jembatan Bogeg

Krist Ade Sudiyono, Presiden Direktur (Presdir) PT Marga Mandalasakti (MMS).*

SERANG, (KB).- PT Marga Mandalasakti (MMS) atau Astra Tol Tangerang Merak selaku pengelola Jalan Tol Tangerang-Merak mendukung dan siap membantu selama proses pembangunan Jembatan Bogeg, di Jalan Syeh Nawawi Al Bantani, Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, yang melintasi Jalan Tol Tangerang Merak.

“Disampaikan ke Bapak Gubernur Banten, kami MMS akan mendukung dan siap membantu terutama selama proses pembangunan jembatan tersebut, mengingat proyek tersebut melintas di jalan tol yang sudah beroperasi dengan lalu lintas yang sangat padat seharinya. Untuk itu, metode kerja dan pengaturan di lapangannya dimohon untuk dapat dikoordinasikan dengan team MMS,” ujar Presiden Direktur (Presdir) PT Marga Mandalasakti (MMS) Krist Ade Sudiyono, kepada Kabar Banten melalui sambungan WhatsApp, Jumat (14/2/2020).

Mengenai soal perizinan, Krist mengatakan, Jalan Tol Tangerang-Merak adalah aset Kementrian PUPR. Sesuai dengan perjanjian pengusahaan jalan tol, pengoperasiannya dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), dalam hal ini PT Marga Mandalasakti.

“Dalam rencana pembangunan jembatan Bogeg tersebut sebenarnya izin yang diperlukan adalah dari pihak Kementrian PUPR,” ujar Krist.

Mengingat rencana pembangunan jembatan Bogeg tersebut melintasi infrastruktur publik yang sudah beroperasi, kata dia, biasanya Kementrian PUPR akan mereview kelayakan desain teknikal sesuai dengan berbagai kriteria yang dipersyaratkan, termasuk metode pembangunannya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov Banten akan membangun Jembatan Bogeg mulai tahun 2020. Anggaran yang digunakan untuk pembangunan jembatan tersebut sudah masuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Banten 2020.

Baca Juga : Pembangunan Jembatan Bogeg Ditarget Masuk APBD-P 2020

Kepala Dinas PUPR Banten M. Tranggono mengatakan, izin pembangunan Jembatan Bogeg masih dalam tahap review. Konsekuensinya pembangunan jembatan yang sering kali menyebabkan kemacetan itu tak bisa direalisasikan tahun ini.

“Jadi sekarang ini konsolidasi terhadap izin,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) memastikan pembangunan Jembatan Bogeg menggunakan anggaran perubahan 2020. Menurut dia, pengurusan perizinan telah dikoordinasikan dengan pihak terkait.

“Di (APBD) perubahan kita akan bangun, bulan Oktober 2020, dan bisa dipakai 2021. Kita harus jamin itu, target-target harus selesai,” ujar WH.

Tak hanya itu, WH juga mengatakan Pemprov Banten akan membangun jembatan lain yang juga sering menjadi titik kemacetan, yaitu jembatan di atas Tol Tangerang-Merak tepatnya di Jalan Serang-Tangerang, tak jauh dari Kampus Universitas Bina Bangsa.

“Kita gedein kita lebarin, segera kan sudah dianggarkan,” ujar WH. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here