Selasa, 21 Agustus 2018

Astra Revitalisasi Akses Jalan Tol Tangerang Merak

SERANG, (KB).- Pihak Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak (Tamer), tahun 2018 akan melakukan program revitalisasi akses jalan tol di empat area Serang, Cilegon dan Balaraja Barat. Revitalisasi dilakukan sebagai upaya inventarisasi aset milik negara serta untuk peningkatan pelayanan publik.

Manajer Departemen Pemeliharaan PT Marga Mandala Sakti, Budiyanto menjelaskan, revitalisasi dilakukan di empat zona. Antara lain, Tol Serang Timur, Serang Barat, Cilegon Timur dan Balaraja Barat.  Menurutnya, revitalisasi ini merupakan salah satu upaya Astra Toll Tamer dalam menginventarisasi aset milik negara. Selain itu, ini bagian dari upaya penataan kembali area akses yang aman dan nyaman bagi para pengguna jalan tol.

“Ini bagian upaya peningkatan pelayanan agar akses tol bersih dari pedagang asongan serta masyarakat yang melintas di sembarang jalan,” kata Budiyanto saat kegiatan Sosialisasi Revitalisasi Akses Serang Timur di salah satu hotel di Kota Serang, Jumat (20/4/2018).

Program revitalisasi akses, kata dia, bertujuan untuk mengembalikan fungsi akses Jalan Tol Tangerang-Merak. Pembangunan revitalisasi ini merupakan yang pertama dan sudah memasuki tahap kedua, dengan lingkup pekerjaan terbagi menjadi tiga. “Pekerjaannya terbagi tiga, yaitu pembangunan frontage road, penataan kawasan atau area akses, normalisasi saluran, dan penerangan jalan umum (PJU),” ujarnya.

Hanya saja, karena sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan, disusul arus mudik lebaran. Maka, pihaknya akan memberhentikan pekerjaan tepat pada H-10 menjelang Lebaran Idulfitri. Namun sesuai target, pembangunan akses ini direncanakan rampung awal Juni 2018 nanti. “Jika belum selesai, kami akan memberhentikan pekerjaan ini pada H-10 menjelang lebaran,” ucapnya.

Kepala Divisi Hukum dan Humas PT Marga Mandala Sakti, Indah Permanasari menambahkan, kepemilikan tanah yang digunakan untuk revitalisasi jalan tol bukanlah milik Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), melainkan milik negara. “Untuk tanah yang kami gunakan, bukanlah milik PT Marga Mandala Sakti tetapi milik negara. Jadi disini, kami hanyalah perpanjangan tangan dari pemerintah yang memfasilitasi pembangunan dan pengelolaannya,” tuturnya.

Sementara, Wakil Pimpinan Proyek Revitalisasi Akses, Sri Mulyo menjelaskan, revitalisasi ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 18/PRT/M/2010 tentang pedoman Revitalisasi Kawasan akses sekitar jalan tol.
“Dari beberapa revitalisasi, salah satu tujuannya dibukanya frontage untuk mengurangi kemacetan agar pengguna jalan bebas mengakses dengan aman, nyaman dan bebas hambatan,” katanya. (Rizki Putri)*


Sekilas Info

Koperasi se-Banten Sepakat Bentuk IKABI

SERANG, (KB).- Sejumlah pengurus koperasi tingkat Provinsi Banten sepakat membentuk wadah organisasi Ikatan Koperasi Binaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *