Asperapi dan ODOJ Banten Bangun Rumah Korban Gempa

LEBAK, (KB).- Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Banten dan Komunitas One Day One Juz (ODOJ) Banten bekerja sama dengan sejumlah komunitas di Banten menggelar aksi sosial untuk korban gempa bumi di Kampung Cikatomas 2 Desa Cikatomas Kecematan Cilograng, Lebak, Minggu (11/2). Di antara bantuan yang diberikan adalah membangun satu rumah warga yang ambruk akibat gempa bumi.

Komunitas yang terlibat dalam kegiatan social tersebut adalah Komunitas Mobilio Banten, Komunitas Paguyuban MX Banten, Yayasan Kami Peduli (YKP), LPK Adenis, Komunitas Ikatan Rohis (Ikro) Lebak Selatan dan Kabar Banten Peduli. Kegiatan sosial yang melibatkan puluhan orang ini dipimpin Ketua Asperapi Banten yang sekaligus Ketua ODOJ Banten Deden Sunandar.

Rangkaian kegiatan sosial meliputi pembangunan rumah warga korban gempa, pelatihan pembuatan kerajinan tangan oleh LPK Adenis, dan pemberian bantuan paket sekolah dari Komunitas Mobilio Banten. Korban gempa yang mendapatkan bantuan pembangunan rumah adalah keluarga Madkari (55), warga RT 2 RW 3 Kampung Cikatomas 2 Desa Ckatomas, Kecamatan Cilograng, Lebak. “Rumah Pak Madkari ini termasuk rumah paling parah terkena goncangan gempa,” kata Ketua Asperasi Banten Deden Sunandar, Senin (12/2).

Selain memberikan bantuan seluruh material untuk pembangunan rumah, rombongan bakti sosial ikut bergotong royong bersama puluhan warga kampung membangunan rumah tersebut. “Mudah-mudahan, bantuan yang kami berikan bisa bermanfaat bagi keluarga Pak Madkari,” kata Deden.

Sementara itu, ketika diminta tanggapan atas bantuan tersebut, Madkari bekali-kali menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan bantuan. “Jika tidak ada bantuan dari bapak-bapak, kami tidak tahu dari mana kami bisa membangun rumah kembali,” katanya kepada Kabar Banten yang ikut dalam aksi sosial tersebut.

Rombongan bakti sosial lainnya yang dipimpin Ketua LPK Adenis, Umi, memberikan pelatihan pembuatan kerajinan tangan di mesjid yang tidak jauh dari rumah Madkari. Awalnya, pelatihan ini hanya akan diikuti sekitar 50 anak-anak dan remaja puteri. Akan tetapi, ternyata, pesertanya mencapai 100 orang.

“Walapun demikian, alhamdulillah, bahan-bahan yang kami bawa cukup untuk pelatihan tersebut. Ternyata para ibunya juga tertarik untuk ikut pelatihan,” kata Umi. Setelah kegiatan pelatihan, giliran Komunitas Mobilio Banten memberikan bantuan alat tulis dan tas sekolah untuk puluhan anak-anak di kampung tersebut. (DH)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here