Selasa, 21 Agustus 2018

ASN Terlibat Narkoba, Pemprov Banten Siap Tindak Tegas

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendukung aparat penegak hukum dalam memberantas narkoba di kalangan pegawai. Oleh karena itu, pemprov siap menindak tegas aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat penyalahgunaan narkotika.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten, Komarudin, Kamis (17/5/2018), ketika dimintai tanggapan terkait ASN setingkat Eselon IV yang ditangkap Polda Banten atas kasus narkotika beberapa waktu lalu.
Dia memastikan akan memberhentikan sementara ASN tersebut.

“Kalau betul yang bersangkutan itu ASN pemprov dan atas dugaan penyalahgunaan narkotika, BKD akan memberhentikan sementara melalui SK gubernur. Kita pastikan dulu,” kata Kepala BKD Banten, Komarudin, Kamis (17/5/2018).

Ia mengatakan, saat ini BKD Banten sedang meminta informasi ke Polda Banten untuk memastikan apakah GP adalah pegawai pemprov atau bukan. “Kita cek dulu, hari ini (kemarin) kita tugaskan untuk ke polda atau polres,” ujar Komarudin yang juga Pj Bupati Tangerang ini.

Ia menjelaskan, pemberhentian sementara pejabat yang tersangkut masalah hukum mengacu pada Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017 tentang manajemen ASN.”Kalau dia ditangkap, berarti dia enggak melaksanakan pekerjaan kan. Ditambah lagi kasus narkoba,” ucapnya.

Jika nanti divonis di bawah 2 tahun, GP masih dimungkinkan untuk kembali bertugas sebagai ASN. Namun, jika vonis nanti lebih dari 2 tahun, GP akan diberhentikan secara permanen.

“Nanti begitu vonis dan inkrah, kalau hukumannya di bawah 2 tahun ada kemungkinan diangkat kembali. Kalau di atas itu ya dipermanenkan. Tapi kalaupun diangkat kita lihat situasi juga, kita pantau,” tuturnya.

Ia menjelaskan, status ASN yang diberhentikan sementara hanya akan menerima gaji pokok, itupun hanya setengahnya. “Masih dapat gaji, gaji pokok. Tapi separuhnya. Kalau tunjangan tidak. Kan dia enggak masuk kerja,” katanya. Komarudin merasa prihatin dengan pegawai yang tersangkut kasus narkoba. Menurutnya, kasus narkoba di kalangan pegawai cukup lumayan.

“Sebelum ini, ada tiga pegawai yang statusnya diberhentikan sementara karena kasus serupa. Tapi itu kasusnya sudah lama. Memang kita prihatin lah. Terutama dari sisi kepegawaian. Kita punya tantangan besar di Banten. Narkoba itu extra ordinary crime. Dan angkanya lumayan,” ujarnya.

Ia menuturkan, Pemprov Banten mendukung upaya-upaya aparat penegak hukum dalam memberantas narkotika, termasuk di kalangan pegawai. “Aturan kepegawaian kita ditegakkan. Tidak pandang bulu. Dan ke depan kita gencarkan pemeriksaan narkoba kepada seluruh ASN. Akan dirutinkan. Kapan dan dimana dirahasiakan,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten mengamankan dua oknum ASN yang kedapatan memiliki narkoba jenis sabu. Keduanya yakni FS (51) pegawai di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang dan GP (45) pegawai di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten. Dari tangan keduanya petugas mengamankan sabu seberat 0,81 gram, empat pipa bekas pakai, dan seperangkat alat hisap. (RI)*


Sekilas Info

LAZ Harfa Banten Gelar Sholat Ghaib dan Doa Bersama Untuk Korban Gempa Lombok

SERANG, (KB).- Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten menggelar sholat ghaib dan doa bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *