ASN tak Boleh Tambah Cuti

CILEGON, (KB).- Aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dilarang untuk menambah cuti pascacuti bersama libur Lebaran 2018 cukup panjang, yakni sebanyak 10 hari.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon, Mahmudin mengatakan, pada Lebaran tahun ini liburnya cukup panjang. Hal tersebut, karena ada kebijakan baru dari Presiden Joko Widodo terkait dengan cuti bersama ASN.

“Kalau dihitung itu liburnya 10 hari lebih, plus Sabtu dan Ahad. Tanggal 9 Juni sampai 20 Juni 2018 itu libur. 21 Juni masuk lagi,” katanya, Rabu (30/5/2018).

Ia menuturkan, aturan cuti bersama Lebaran 2018 dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) sudah disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi melalui surat tertulis kepada setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

Sehubungan itu, pihaknya meminta kepada ASN untuk menggunakan hak libur sebaik-baiknya, agar pada hari pertama masuk kerja pada Kamis (21/6/2018) ASN sudah bekerja seperti biasa dan pelayanan publik serta roda pemerintahan tidak terganggu. “Hari pertama masuk kerja, nanti tentu kami akan melakukan monitoring,” ujarnya.

Sanksi bagi ASN yang membolos pada hari pertama kerja pasca-Lebaran, ucap dia, berupa potongan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP). Potongannya juga tidak tanggung-tanggung, yaitu mencapai lima persen. “Tapi, untuk yang cuti hamil itu tidak apa-apa atau sakit parah disertai surat dokter,” tuturnya.

Adapun ASN yang tetap bekerja saat Lebaran diperbolehkan untuk mengambil cuti pasca-Lebaran. Pengaturan cuti ASN yang piket saat Lebaran diserahkan kepada kepala OPD masing-masing.

“Kalau pegawai Dishub (Dinas Perhubungan), Dinkes (Dinas Kesehatan), RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah), Satpol PP, dan pegawai lapangan yang lain kan ada yang masuk saat Lebaran, itu boleh cuti pasca-Lebaran,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, Qoidatul Sitta mendukung langkah BKPP Kota Cilegon yang melarang ASN menambah cuti pasca-Lebaran. Karena, cuti bersama yang diberikan pemerintah pusat dinilai sudah cukup panjang.

“Kami mendukung langkah BKPP untuk memberi sanksi tegas kepada ASN yang mangkir di hari pertama kerja pasca-Lebaran,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Ia berharap, hari pertama kerja pasca-Lebaran, roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan dengan lancar. “Jangan sampai di hari pertama kerja, kantor-kantor sepi,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here