ASN Pemkot Cilegon Akan Dikumpulkan

CILEGON, (KB). – Pemkot Cilegon akan mengumpulkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam apel pagi,  Senin (25/9/2017). Setelah itu, akan digelar briefing pejabat terkait agenda dan program pemerintahan pascapenetapan Wali Kota Cilegon,  Tubagus Iman Ariyadi sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Senin   apel,  lalu dilanjutkan briefing.  Pertama, pelayanan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan harus tetap berjalan. Kedua,  program- program prioritas RPJMD harus tetap dilaksanakan,  karena output-nya untuk kemaslahatan masyarakat, ” kata Sekda Cilegon,  Sari Suryati,  dihubungi Kabar Banten, Ahad (24/9/2017).

Dia memastikan, semangat kerja aparatur tidak akan surut.  Pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan akan tetap berjalan dengan semangat yang tidak akan turun. Baik itu Jalan Lingkar Utara (JLU), Kawasan Pertanian Terpadu, Sport Center,  sudah berjalan. “Insya Allah kami tidak akan mundur,  tetap dilaksanakan sesuai kemampuan kami.  Kami tetap berdoa,  diberikan yang terbaik sesuai dengan positioning kami, ” ujarnya.

Dia menjelaskan, JLU tinggal proses pengadaan lahan oleh Kanwil BPN.  Begitu juga dengan Pelabuhan Warnasari,  kata dia,  tinggal beberapa izin yang sedang diurus di Kementerian. Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus suap, salah satunya Wali Kota Cilegon.  Suap tersebut terkait perizinan kawasan industri di kota Cilegon.

Hal itu terungkap dalam ekspose yang digelar di gedung KPK Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (23/9/2017) sekitar pukul 17.30. Salah satu anggota KPK Basaria Panjaitan didampingi juru bicara KPK Febry menyatakan, 6 orang tersebut statusnya ditingkatkan menjadi tersangka. “KPK meningkatkan status ke penyidikan dan menetapkan 6 tersangka, yaitu diduga sebagai penerima TIA, ADP, dan H. Dan diduga sebagai pemberi BDU, TDS, dan EW,” katanya.

Menurutnya, TIA adalah Wali Kota Cilegon, ADP adalah Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon, sedangkan H pihak swasta. Sedangkan tiga orang yang diduga sebagai pemberi suap ialah BDU selaku Project Manager PT BA, TDS selaku Direktur Utama PT KIEC, dan EW selaku Legal Manager PT KIEC. “Pukul 15.30 WIB, Tim KPK mengamankan sejumlah pihak di beberapa lokasi.

Berturut-turut diamankan yaitu YA, salah satu CEO Cilegon United Football Club di kantor Bank BJB Cabang Cilegon, sesaat setelah menarik uang Rp 800 juta. YA bersama ketiga stafnya, kemudian diamankan. Sementara itu Tim KPK menuju kantor Cilegon United Football Club dan mengamankan uang Rp 352 juta. Uang yang Rp 352 juta itu diduga sisa dana pemberian pertama dari PT KIEC kepada Cilegon United Footbal Club sebesar Rp 700 juta,”tuturnya.(Yadi)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here