ASN Diminta Hindari Nikah Siri

PANDEGLANG, (KB).- Sekda Kabupaten Pandeglang, Fery Hasanudin meminta aparatur sipil negara (ASN) agar menghindari nikah siri, karena pernikahan tersebut tidak diakui negara.  “Nikah siri memang sah secara agama, tapi tidak diakui negara, karena pernikahan itu tanpa dilengkapi buku nikah dan tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA),” kata Fery kepada Kabar Banten, Senin (16/10/2017).

Menurutnya, bagi ASN, nikah siri itu ada aturannya, karena harus ada izin dari istri pertama. “Jika tidak ada izin, itu bisa dikenakan sanksi,” ujarnya. Selain itu, nikah siri bagi ASN akan menyulitkan saat akan mengajukan pensiun ke Taspen, karena harus ada data buku nikah dan kartu keluarga atau KK. Sedangkan untuk mendapatkan KK itu harus ada risalah pernikahan yang dibuktikan buku nikah.

Diketahui, Kantor Urusan Agama (KUA), wilayah Kecamatan Cibaliung merilis data sementara lebih dari 20 aparatur sipil negara (ASN) terlibat nikah siri. Fenomena pernikahan di bawah tangan atau nikah siri tersebut untuk kalangan ASN banyak terjadi di profesi Guru Bantu Sekolah (GBS) sekitar tahun 2008.

Dari hasil investigasi di lapangan, pernikahan yang tidak tercatat di KUA ini terjadi karena tingkat kesadaran masyarakat untuk nikah siri sangat tinggi. Hal itu juga dilatarbelakangi oleh tingginya angka perceraian pasangan suami istri di wilayah Cibaliung.

Meski demikian, dari data yang masuk ke KUA, nikah siri di wilayah Cibaliung masih didominasi oleh kalangan masyarakat. Kita akan coba giring untuk memfasilitasi ASN maupun warga yang sudah nikah siri untuk bisa mendapatkan buku nikah lewat sidang isbat nikah secara gratis.

”Diketahui adanya nikah siri yang melibatkan ASN, setelah banyak permohonan dari bersangkutan untuk minta sidang isbat nikah. Kebetulan, di KUA, kita sudah agendakan program sidang isbat nikah gratis. Hasil sidang isbat nikah nantinya disampaikan ke Kemenag. Setelah itu akan keluar buku nikah secara gratis,” kata Kepala KUA Kecamatan Cibaliung, H. Asep. (EM)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here