Sabtu, 15 Desember 2018

ASN Diduga Jadi Istri Kedua, Pengacara Pelapor Mengundurkan Diri

SERANG, (KB).- Pengacara pelapor kasus dugaan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang menjadi istri kedua, mengundurkan diri. Hal tersebut, karena diduga ada unsur penipuan yang dilakukan pelapor, PSP, yang merupakan istri pertama dari suami berinisial F.

Hal tersebut berdasarkan hasil tindak lanjut Kantor Cabang Dinas (KCD) Perwakilan Kota Serang yang menangani dugaan pelanggaran ASN terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 1990 tentang perubahan atas PP Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi ASN.

Dari hasil klarifikasi KCD, diduga ada beberapa unsur mencurigakan serta berujung penipuan yang dilakukan oleh salah satu pihak. Selain itu, terlapor berinisial EA diketahui bukan seorang kepala sekolah sebagaimana yang disebutkan pelapor, tetapi hanya seorang guru mata pelajaran.

Dikonfirmasi, pengacara, Ari Bintara mengamini dirinya mengundurkan diri menjadi kuasa hukum pelapor. Hal tersebut, karena menurut dia, terdapat dugaan adanya perencanaan yang tidak baik dari pelapor. “Saya sudah tidak ada hubungan kerja, dikarenakan mereka tidak jujur. Saya lihat mereka ini bekerja sama untuk menghukum ibu EA, target mereka, agar ibu EA dipecat dan malu,” kata Ari, Jumat (7/12/2018).

Baca Juga: Diduga Jadi Istri Kedua, Kepala SMKN Dilaporkan

Dengan adanya indikasi tersebut, pihaknya dirugikan dan menegaskan, tidak bekerja sama lagi. Adapun jika pihak F dan PSP tetap menggunakan namanya untuk menyerang pribadi EA, pihaknya akan mengambil upaya hukum atas hal tersebut. “EA bisa menggugat balik. Saya juga akan melaporkan jika masih menggunakan nama saya,” ujarnya.

Menurut dia, motif dari kejadian kebohongan tersebut, dikarenakan adanya dendam dari pihak F kepada EA yang berprofesi sebagai guru. Kemudian, ucap dia, F bekerja sama dengan istri tuanya, PSP melakukan tindakan tersebut, agar dapat membuat EA malu dan dipecat dari pekerjaannya sebagai guru ASN.

Terpisah, Kasubag TU KCD Kota Serang, Jajang menuturkan, secara aturan pada PP Nomor 45 Tahun 1990 memang tidak diperbolehkan bagi ASN untuk menjadi istri kedua. Hal tersebut terdapat dalam Pasal 4 Ayat 2, yaitu ASN wanita tidak diizinkan untuk menjadi istri kedua atau ketiga atau keempat.

“Adapun sanksinya itu disiplin. Tapi, untuk berat atau ringannya, hal ini bergantung dari klarifikasi yang diberikan oleh ASN tersebut,” tuturnya kepada wartawan, Jumat (7/12/2018).

Berdasarkan klarifikasi kepada terlapor EA tersebut, ada unsur kebohongan yang dilakukan oleh pihak suami yang berinisial F tersebut. Hasil klarifikasi tersebut, akan menjadi pertimbangan dalam pemberian sanksi. “Menurut keterangan EA, F mengaku telah bercerai (dengan istri pertama), sehingga berstatus duda. Namun, setelah dikejar bukti dokumennya ke KUA, ternyata ada unsur pemalsuan,” katanya. (Masykur/RI)*


Sekilas Info

Dua Tahun, Ichsan Soelistio Bagikan 193 Unit Alsintan

SERANG, (KB).- Anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Ichsan Soelistio kembali membagikan bantuan sebanyak 25 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *