ASN Curangi Absensi

CILEGON, (KB).- Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon diduga melakukan kecurangan dalam absensi. Hal itu terpantau berdasarkan hasil evaluasi Perwal tentang Pemberian Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP). Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon Mahmudin mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap penerapan Perwal tentang Pemberian TPP, yang telah berjalan selama tiga bulan. Berdasarkan evaluasi tersebut, ia menduga ada kecurangan yang dilakukan sejumlah ASN, dalam mengisi absensi tersebut.

“Sering saya lihat di Setda ada sejumlah ASN yang jarang apel pagi, tapi ketika pencocokan data (finger print) ternyata full semua. Jadi saya kemarin imbau kepada pengelola data absensi, jangan kemudian main mata. Jangan kemudian ada yang nitip. Kasihan loh dosanya sama-sama. Jujur harus dimulai dari diri sendiri,” ujarnya kepada Kabar Banten, akhir pecan kemarin. Indikasi kecurangan tersebut, kata dia, berdasarkan sampel yang dilakukan di lingkungan Setda Kota Cilegon. Khususnya pada saat apel pagi dan saat Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), yang diduga ada sejumlah ASN yang tidak hadir namun mengisi absen.

“Saya sih sampelnya di Setda. Kok ada eselon III yang tidak pernah ini, tidak pernah itu, tapi ternyata pas saat pencocokan (absensi) ada semua. Begitu juga dengan absensi manual, ada semua. Makanya, saat ada kegiatan pembinaan, saya sampaikan jika sudah diingatkan dan tidak mau, ya jangan sampai dosanya ke saya,” ucapnya. Menurut dia, dengan adanya dugaan kecurangan tersebut, pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal itu dilakukan untuk menelusuri kebenaran dari absensi yang diberikan oleh seluruh OPD.

“Kami tetap, akan sidak (inspeksi mendadak), dengan kehadiran yang katanya 100 persen itu akan kami tongkrongin. Kapan waktunya? Nanti kami jadwalkan. Kami akan monitor SKPD nya. Banyak sih (ASN diduga curang) dan menyebar di SKPD. Saya tidak begitu tahu untuk yang diluar lingkungan Setda, tapi penglihatan saya di Setda saat apel,” ujar Mahmudin.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kota Cilegon Epud Saepudin mengatakan, jika memang terdapat indikasi seperti itu, maka pihaknya akan menindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kami kan dalam hal ini sebagai pengawas internal, jadi dari SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait dulu yang menemukan hal itu. Jika benar indikasi itu, nanti ya kami sesuaikan dengan aturan seperti apa. Nanti kami tindaklanjuti itu,” ucap Epud. (H-43)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here