Kamis, 18 Oktober 2018

Aset Bank Banten Meningkat 1,66 Persen

SERANG, (KB).- Total aset PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Bank Banten) meningkat sebesar 10,66 persen secara year on year (yoy) dari Rp 7,36 triliun pada Juni 2017 menjadi sebesar Rp 8,15 triliun pada Juni 2018. Hal tersebut diperoleh dari peningkatan realisasi penyaluran kredit.

“Pertumbuhan kredit yang diberikan juga meningkat sebesar 41,05 persen (yoy) dari Rp 4,01 triliun pada Juni 2017 menjadi Rp 5,65 triliun pada Juni 2018. Dan yang utamanya dihasilkan dari kredit konsumer, yaitu kredit dengan risiko rendah,” kata Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa saat menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Public Expose di Hotel Ultima Horison Ratu, Kota Serang, Selasa (9/10/2018).

Selain itu, dana pihak ketiga juga mengalami peningkatan sebesar 4,61 persen dari Rp 5,97 triliun pada Juni 2017 menjadi Rp 6,24 triliun pada Juni 2018. Sementara rugi bersih pada Juni 2018 sebesar Rp 68,8 miliar. Penekanan strategi perseroan 2019 masuk dalam rencana penguatan permodalan. Selain pengajuan penganggaran kepada Pemerintah Provinsi Banten juga sebagai pemegang saham pengendali terakhir (Ultimate Shareholder) perseroan juga merencanakan untuk melaksanakan right issue.

”Untuk mengembangkan strategi bisnis dan dalam rangka meningkatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah pemerintah atau institusi. Maka, perseroan akan mengembangkan integrated payment system seperti yang telah direalisasikan pada tahun 2017 meliputi e-Samsat Provinsi Banten, e-Samsat nasional, Modul Penerimaan Negara Generasi 2 (MPN-G2), Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN), Kerja sama PT Taspen (Persero) sebagai Mitra l Layanan Taspen, SP2D online dan lain-lain,” tuturnya.

Selain itu, pengembangan jaringan kantor akan terus dilakukan oleh pihaknya. “Saat ini telah beroperasi 26 Kantor Cabang (KC) yang 7 di antaranya berlokasi di Banten, 10 Kantor Cabang Pembantu (KCP) termasuk 7 KCP di wilayah Banten, 4 Kantor Kas di Banten, 11 Payment Point di Banten, 5 Smart Van atau mobil kas keliling yang beroperasi di Banten, dan 117 unit ATM yang berada di Banten dari total 142 unit ATM se-Indonesia. Dan di tahun ini kami juga akan membuka 3 kantor cabang lagi di Banten,” ujarnya.

Komisaris Independen Bank Banten, Titi Khoiriah menambahkan, Bank Banten masih dalam proses penguatan dan masa peralihan saham dari BJB. “Dalam waktu dekat ini kami akan ajukan pada lup selanjutnya kepada pihak BJB, dan memang kami sudah dalam proses masa peralihan saham Bank Banten ini,” tuturnya.

51 % saham milik pemprov banten

Komisaris Independen, Media Warman menambahkan, 51 persen saham Bank Banten adalah milik Pemerintah Provinsi Banten, dan pemprov telah berupaya untuk permodalannya. “Pemprov akan memberikan permodalan setinggi-tingginya atau senilai Rp 950 miliar dan sudah diberikan dengan beberapa tahapan senilai Rp 600 miliar dan masih tersisa sekitar Rp 350 miliar lagi,” katanya. (Rizki Putri)*


Sekilas Info

Tim Kemenkop dan UKM RI Bedah Koperasi di Banten

SERANG, (KB).- Tim Kementerian Koperasi dan UKM RI mengunjungi koperasi yang ada di Banten Kamis (18/10/2018). …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *