Kamis, 13 Desember 2018
Jpeg

Arus Mudik Lebaran 2018, Terminal Terpadu Merak Siapkan 116 Bus

CILEGON, (KB).- Terminal Terpadu Merak (TTM) menyiapkan 116 bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) untuk menghadapi arus mudik, pertengahan Juni nanti. Seluruh perusahaan otobus (PO) telah mendapatkan imbauan untuk menyediakan sarana transportasi layak jalan.

Kepala TTM, Sugiyo mengatakan, telah menghubungi berbagai pengurus PO yang memunyai trayek ke Merak. Beberapa PO siap untuk menambah armada bus cadangan saat arus mudik 2018 ini. “Dari 37 PO yang ada di Merak, sejatinya sudah ada 116 bus dari beberapa PO yang siap untuk dijadikan armada cadangan saat arus mudik tahun ini,” katanya.

Menurut dia, armada cadangan dari beberapa PO tersebut, nantinya juga akan menjalani uji kelaikan. Jika tidak laik, tetap tidak diizinkan beroperasi menjadi bus cadangan. “Saat ini, kami masih melakukan ramp check atau pengecekan fisik maupun administrasi kendaraan. Kalau yang laik jalan, nanti akan ditempel stiker dari Ditjen Hubdar (Direktorat Jenderal Perhubungan Darat) yang bertuliskan angkutan mudik 2018,” ujarnya.

Ia menuturkan, bus cadangan bisa dioperasikan mulai H-7 Lebaran hingga H+7 Lebaran. Izin yang digunakan bus cadangan tersebut menggunakan izin sementara. “Untuk izin ini bisa didapat di terminal tipe A mana saja, tapi masa berlaku izin operasi ini hanya 14 hari terhitung H-7 sampai H+7 Lebaran saja,” ucapnya.

Ia memprediksi, lonjakan penumpang pada Lebaran 2018 ini, bisa terjadi sebelum H-7 Lebaran. Karena, pada awal Juni sudah mulai masuk masa libur sekolah. “Lonjakan penumpang yang diprediksi juga masih sekitar 10 sampai 30 persen saja, karena masa libur sekolah cukup panjang, jadi pemudik bisa terpecah,” tuturnya.

Ia mengatakan, TTM juga akan menyediakan fasilitas posko bagi pemudik. Perbaikan beberapa fasilitas umum di TTM, seperti ruang tunggu yang saat ini dalam renovasi, diprediksi selesai sebelum H-14 Lebaran.

“Kalau peningkatan penumpang saat sebelum Lebaran itu penumpang dari Jakarta yang turun di Merak dan akan melanjutkan naik kapal ke Sumatera. Sementara, saat pasca-Lebaran peningkatan arus balik sebaliknya, banyak yang turun dari kapal dan melanjutkan dengan bus ke Jakarta dan sekitarnya,” katanya.

Direktur Sarana Prasarana pada Ditjen Hubdar Kemenhub, Yuyun Endang Wahyuningrum menuturkan, sejumlah fasilitas di TTM yang saat ini masih kurang, diminta untuk selesai sebelum H-14 Lebaran. Ia berharap, saat Lebaran nanti tidak ada tindak kejahatan, seperti pemerasan, percaloan, dan yang lainnya terjadi di TTM. “Saat arus mudik tentu akan ada pengamanan berlebih dari pihak kepolisian,” ujarnya.

Ia berharap, pada operator bus juga untuk memperbaiki layanan. Selain bus laik jalan, pengemudi bus juga akan diperiksa kesehatannya. Sehingga, sopir yang mengemudikan bus dipastikan sehat dan tidak terpengaruh obat-obatan. Begitu juga untuk pelayanan pembelian tiket, pihaknya mengapresiasi bus yang sudah menyediakan pembelian tiket secara online, karena dengan demikian mengurangi praktik percaloan. Ke depan diharapkan semakin banyak bus yang seperti itu. (AH)*


Sekilas Info

SK Definitif Edi Ariadi Turun Pekan Ini

CILEGON, (KB).- Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Pengangkatan Pelaksana tugas Wali Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *