Rabu, 24 Oktober 2018
Calon penumpang mengantre check in tiket pewasat di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (8/6/2018).*

Arus Mudik Lebaran 2018: Bandara dan Terminal Mulai Padat, Pemudik Mulai Bergerak

SERANG, (KB).- Pemudik yang menuju kampung halamannya masing-masing mulai bergerak melalui jalur darat maupun udara, Jumat (8/6/2018). Baik di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang maupun di Terminal Pakupatan Kota Serang, pergerakan pemudik mulai terasa di hari terakhir pegawai bekerja.

Berdasarkan pantauan Kabar Banten, Jumat (8/6) sore, para pemudik yang melalui jalur udara mulai memadati arah pintu masuk Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Kepadatan mulai tampak, sehingga arus lalu lintas menjadi tersendat akibat volume kendaraan mulai bertambah banyak.

Branch Communication and Legal Bandara Soekarno Hatta, Erwin Revianto mengatakan, ada pelayanan baru yang diberikan oleh PT Angkasa Pura II untuk mengurangi antrean penumpang. “Pemudik bisa gunakan fasilitas terbaru yakni mobile check in,” ujar Erwin.

Menurut dia, penumpang tak harus susah payah mengantre panjang di konter-konter check in. Pihak bandara telah menyediakan petugasnya untuk memberikan pelayanan mobile check in tersebut. “Check in bisa lebih mudah di Terminal 1C menggunakan fasilitas pelayanan terbaru kami,” katanya.

Puncak arus mudik

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, puncak arus mudik di Bandara Soetta Tangerang diprediksi akan terjadi pada 12-13 Juni atau H-3 dan H-2 lebaran. “Puncak arus mudik kita perkirakan, insya Allah Hari Raya Idulfitri tanggal 15 Juni, jadi H-3 atau H -2 itu yang akan terjadi lonjakan cukup tinggi,” kata Awaluddin di Posko Terpadu Terminal 1, Bandara Soetta.

Menurut Awaluddin, prediksi lonjakan penumpang tersebut berdasarkan pengalaman dari musim mudik lebaran tahun sebelumnya.”Berangkat dari pengalaman 2 tahun terakhir, kami memperkirakan tidak kurang dari di atas 200 ribuan pergerakan penumpang pada saat waktu puncak itu,” ucapnya. Selain itu, menurut dia, PT Angkasa Pura II memastikan pengguna jasa dapat terlayani dengan baik pada musim mudik di Bandara Soetta. Seluruh pelayanan dipantau dari Posko Terpadu yang mulai diaktifkan sejak Kamis (7/6/2018).

Awaluddin menyebutkan, pelayanan yang diberikan kepada pengguna jasa sesuai dengan standard operating procedures (SOP).”Sejak kemarin (Kamis) 15 bandara dari Aceh sampai Banyuwangi secara serentak dioperasikan dan kita mulai dari H-8 sampai dengan H+8 totalnya 18 hari,” tutur Awaluddin.

Sedangkan terkait batas atas harga tiket pesawat sebagai acuan masyarakat dalam memperkirakan tiket untuk mudik, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah 1 Bandara Soetta, Bagus Sunjoyo mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan ada maskapai yang menetapkan harga tiket pesawat melebihi tarif atas yang ditentukan.”Pengawasan kami khusus di Bandara Soekarno-Hatta sejauh ini tidak ada yang memainkan harga tiket dan masih dalam batas wajar. Tidak lebih dari batas atas,” kata Bagus.

Hari terakhir kerja

Arus mudik lebaran juga sudah mulai di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang. Puluhan bus yang sedang terparkir juga mulai bergerak untuk mengangkut para pemudik menuju kampung halamannya. “Pemudik sudah mulai. Peningkatan arus mudik sudah terjadi di terminal ini,” ujar Wakapolres Metro Tangerang AKBP Harley Silalahi.

Harley menuturkan, posko pelayanan sudah disiapkan di Terminal Poris untuk memastikan kegiatan mudik ini berjalan dengan lancar.”Jadi untuk pengamanan kita telah membuat posko pelayanan dan kita tempatkan 10 personel dan dibantu dengan instansi terkait,” ucapnya.

Kasi Angkutan Dinas Perhubungan Kota Tangerang Raymond Alfons memastikan bahwa berbagai fasilitas di Terminal Poris Plawad sudah disiapkan untuk melayani pemudik.”Armada sudah diantisipasi dari jauh-jauh hari. Sekitar 400 armada bus sudah siap mengangkut penumpang,” tuturnya.

60.000 pemudik

Jumlah pemudik di Terminal Pakupatan, Kota Serang, pada arus mudik lebaran tahun ini diprediksi mencapai 60.000 lebih atau meningkat dari tahun sebelumnya.  Hal tersebut diungkapkan Kepala Pakupatan, Roni Yurani. Saat ini pun sudah terlihat lalu lalang pemudik yang menuju Jawa seperti Cirebon, Magelang, Solo dan lainnya. Selain itu, ada pula pemudik yang datang ke Kota Serang.

“Sudah mulai terlihat pemudik dan Pakupatan juga sebagai titik akhir pemudik. Artinya ada yang datang ke Serang,” kata, Jumat (8/6/2018). Namun, menurutnya, jumlah pemudik saat ini belum terlalu banyak. Sebab, biasanya menginjak H-3 sudah mulai terlihat peningkatannya. Jumlahnya bisa sampai 100 persen dan rata-rata Pakupatan menjadi titik akhir, bukan lagi transit.

“Jadi paling banyak ya pulang kampung ke sini, yang transit atau hanya menuju Terminal Merak ga terlalu banyak,” tuturnya. Dia menuturkan, meningkatnya arus mudik tahun ini dikarenakan semua pegawai negeri maupun karyawan sudah menerima Tunjangan Hari Raya (THR) mendekati waktu libur atau lebaran. Setelah lebaran mereka juga mendapatkan tunjangan lainnya. “Tahun kemarin kan 60.000, peningkatan tahun ini 5 persen dari jumlah tahun lalu,” ucapnya.

Roni menjelaskan, pihaknya akan melakukan persiapan untuk arus mudik maupun balik di lebaran tahun ini. Persiapan yang pertama yaitu pihaknya akan mengerahkan sebanyak 81 personel yang akan melayani masyarakat yang akan melakukan mudik. “Ada 81 personel nanti yang akan kami kerahkan,” katanya.

Kedua, dia mengatakan, pihaknya juga akan menyediakan 214 AKAP dan 150 armada menuju Banten Selatan. “Kami sediakan armada, nanti tidak perlu daftar atau lainnya. Tinggal datang saja ke sini dan naik sesuai jurusan,” ujar Roni.

Selain itu, lanjutnya, ketiga adalah membenahi infrastruktur atau fasilitas yang ada di Terminal Pakupatan. Seperti pembenahan ruang tunggu dan toilet. Pembenahan dilakukan karena Terminal Pakupatan menjadi zona transit dan kedatangan, ia bersama petugas lainnya akan membantu memberikan kenyamanan di terminal.”Kami juga melakukan koordinasi dengan TNI Polri terkait keberadaan calo yang menjual tiket di terminal,” kata Roni.

Dia mengharapkan, bagi pemudik untuk tidak membeli tiket bus kepada calo yang berkeliaran di terminal. Sebab, pihaknya sudah menyiapkan pembelian tiket secara online dengan harga yang tidak mencekik. “Ada juga 50 agen resmi yang menjual tiket. Jadi tidak usah melalui calo. Kemudian jika penumpang merasa dirugikan, bisa mengadu ke Kementerian karena kami juga menyediakan posko pengaduan di terminal,” tuturnya. (DA/TM)*


Sekilas Info

Pindah Domisili tak Perlu Surat Pengantar RT/RW

MENGURUS surat pindah domisili kini tak perlu ribet lagi. Jika dulu harus menyertakan surat pengantar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *